Skip to content


Kegiatan Pertama Setelah Lulus S3

Kegiatan-kegiatan pertama setelah usai Ujian Terbuka :

1. Pertama mengunjungi tempat bermain anak : Taman Pelangi

2. Pertama mengunjungi kolam renang : Kids Fun

3. Pertama menjadi pembicara PKM : TOT Dosen Pembimbing PKM Polines, 1 Sept.

4. Pertama menjadi pembicara PKM untuk Mhs : PIE HME Elektro.

5. Pertama menjadi pembicara Pelatihan : Konservasi Energi Listrik, Kemendag.

6. Pertama RKJ : Pemilihan calon Kajur Sekjur

7. Pertama mendampingi tim PKM Pimnas : Pembekalan Tim PKM Pimnas Polines

8. Pertama menjabat : Menjadi Dosen Wali Mahasiswa S2 Elektro

9. Pertama kali mengajar : Mata kuliah Metodologi Penelitian S2

10. Pertama kali Seminar TA : Swastika dan Sehlvi

11. Pertama kali ke Perpu Pusat UGM : Tanda tangan dan stempel Bebas Unggah Mandiri

 

 

Share on Facebook

Posted in Berita.


Konservasi Energi Listrik

Apakah energi listrik yang anda konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari sudah hemat ataukah masih mengalami pemborosan ? Secara tidak sadar, ternyata banyak diantara para pengguna energi listrik ini, telah membiarkan adanya ‘Electrical Ghost’ atau Hantu Listrik di rumah mungkin juga di kantor. Contoh paling mudah bisa dijumpai, saat kondisi TV dimatikan tapi dalam kondisi standby.

Penggunaan AC yang tidak sesuai dengan kondisi ruangan juga memicu pemborosan pemakaian energi, dan masih banyak contoh-contoh tindakan atau perilaku yang tidak disadari, ternyata menjadikan penggunaan energi listrik sangat tinggi, namun tidak sesuai kegunaannya.

Oleh karena itu sangat penting untuk dilakukan tindakan evaluasi penggunaan energi listrik melalui tindakan Audit Energi Listrik.

(bersambung)

Share on Facebook

Posted in Berita, Opini.

Tagged with , , .


Saatnya gunakan Isolator Berbahan Resin Epoksi

Listrik yang sehari-hari kita gunakan, berasal dari sumber pembangkit listrik yang letaknya jauh dari pusat-pusat beban. Oleh karena itu, listrik yang telah dibangkitkan ini lalu dikirim melalui saluran transmisi dan jaringan distribusi. Untuk mengurangi rugi-rugi daya selama penyaluran, maka tegangan listrik dinaikkan hingga beberapa ribu volt. Sebagai konsekuensinya, diperlukan isolator dengan kualitas isolasi yang sangat baik untuk mencegah terjadinya kebocoran arus dan kemungkinan terjadinya flashover karena medan yang sangat tinggi.

Isolator memainkan peranan yang sangat penting dalam sistem ketenagalistrikan, karena dia menjamin keandalan penyaluran energi listrik dari pusat pembangkit hingga sampai ke konsumen. Jika terjadi kerusakan pada isolator, maka dapat mengakibatkan kegagalan dalam mengisolasi konduktor bertegangan dan akan menyebabkan sistem padam (trip).

Saat ini telah dikembangkan bahan polimer Resin Epoksi sebagai bahan pembuat isolator tegangan tinggi, untuk mengganti isolator berbahan keramik, porselen dan kaca. Tertarik untuk mengembangkan dan meneliti kemungkinan bahan Resin Epoksi digunakan sebagai bahan pembuat isolator tegangan tinggi, Abdul Syakur meneliti komposisi bahan pengisi silicon rubber dan silika yang tepat untuk ditambahkan pada bahan Resin Epoksi. Setelah selesai melakukan penelitian untuk disertasi, bertempat di Gedung Fakultas Teknik UGM, Sabtu, 22 Agustus 2015 dilangsungkan Ujian Terbuka Promosi Doktor yang dipimpin oleh Ketua Penguji Ir. Subaryono, MA., Ph.D. Promovendus Abdul Syakur diberi kesempatan untuk menyampaikan hasil penelitian disertasi selama 10 menit di hadapan tim Penguji mengenai degradasi permukaan pada bahan Resin Epoksi. Screenshot_2015-08-24-13-30-46[1]

Disertasi dengan judul Analisis Degradasi Permukaan Bahan Resin Epoksi Berbahan Pengisi Campuran Silicon Rubber dan Silica akibat Electrical Tracking dengan Promotor Prof. Dr. Ir. Hamzah Berahim MT, Ko-promotor Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D dan Ko-promotor Prof. Ir. Rochmadi, SU., Ph.D secara khusus meneliti degradasi permukaan bahan resin epoksi disebabkan oleh Penuaan Listrik (electrical aging) yaitu dengan menggunakan metode Uji Inclined Plane Tracking mengacu Standard IEC 587:1986. Parameter yang diamati adalah nilai tahanan permukaan sebelum dan sesudah bahan resin epoksi ini mengalami penuaan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa komposisi bahan pengisi campuran silicon rubber dan silika dengan kode RTV23 merupakan komposisi yang tepat untuk diusulkan sebagai bahan pembuat isolator tegangan tinggi. Mengacu pada hasil penelitian yang telah dilakukan Arif Jaya (2013), menunjukkan bahwa bahan Resin Epoksi dengan kode sampel uji RTV23 memiliki unjuk kerja yang optimal di bawah kondisi lingkungan tropis. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan isolator dalam rangka menunjang sistem ketenagalistrikan nasional yang handal, sudah saatnya isolator bahan resin epoksi ini bisa diimplementasikan setelah melalui uji dan sertifikasi melalui Badan Standar Nasional.

Ujian terbuka promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Penguji Ir. Subaryono, MA., Ph.D dengan 3 anggota penguji merangkap sebagai promotor dan ko-promotor; serta 3 penguji internal yaitu Prof. Dr. Ir. T. Haryono, M.Sc. dan Prof. Dr. Ir. Sasongko Pramono Hadi, DEA serta Dr.Eng. Suharyanto, ST., M.Eng. Setelah dilangsungkan tanya jawab serta mendengarkan penjelasan dan uraian hasil penelitian, maka Tim Penguji memutuskan bahwa promovendus Abdul Syakur dinyatakan LULUS Program Doktor dengan predikat MEMUASKAN. Atas pencapaian prestasi tersebut, Tim Promotor diwakili oleh Ir. Tumiran, M.Eng., Ph.D memberikan ucapan selamat, dan memberikan pesan bahwa kekayaan seorang ilmuwan adalah pada ilmunya, oleh karena tidak boleh pelit dalam menyampaikan ilmu dan tidak boleh memperjualbelikan ilmu. Pesan yang sangat dalam dan bermakna ditengah kondisi kapitalis dan sekuler, dimana semua hasil kerja dinilai dengan uang dan benda.

Atas pencapaian ini, Abdul Syakur dengan rasa haru mengucapkan terima kasih kepada Tim Promotor, Tim Penguji dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesainya tugas belajar S3 di Teknik Elektro, Program Pascasarjana Fakultas Teknik UGM. (ASy)

Berita yang sama :

1. Abdul Syakur, Raih Doktor Usai Teliti Resin Epoksi

2. Raih Doktor Usai Teliti Resin Epoksi

3. Ujian Terbuka Promosi Doktor Abdul Syakur

Share on Facebook

Posted in Berita, Opini.

Tagged with , , .


Riset bidang Electrical Discharge

Electrical Discharge diterjemahkan secara bebas kurang lebih artinya pelepasan muatan listrik atau peluahan muatan listrik.

Riset terkait dengan electrical discharge misalnya :

1. Partial Discharge pada bahan isolasi (Kabel, Minyak, Isolasi pada Trafo dll), termasuk internal discharge.

2. Surface Discharge pada permukaan bahan isolasi polimer silicon rubber, resin epoksi dan isolator keramik.

3.

Share on Facebook

Posted in Berita.


Optimalisasi Pengelolaan Energi

Bagaimana mengelola energi untuk menjamin ketahanan energi bagi bangsa Indonesia ? Topik ini tidak pernah habis untuk didiskusikan, dibahas, dirumuskan dalam rangka menjamin pasokan energi di Indonesia yang memadai. Abdul Syakur, ST. MT. mahasiswa S3 Teknik Elektro UGM, juga sebagai dosen Teknik Elektro Undip saat menghadiri Seminar Nasional Optimalisasi Pengelolaan Energi menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi pengelolaan energi saat ini.

Dalam seminar nasional yang membahas mengenai optimalisasi pengelolaan energi, mestinya tidak hanya dilihat dari sisi produksi energi saja / dari sisi produksi (Supply Side Management = SSM) tapi juga harus dilihat dari sisi penggunaan (Demand Side Management = DSM). Semua pembicara menyampaikan optimalisasi pengelolaan energi dari sisi produksi. Padahal mengelola energi juga bisa dari sisi pengguna (user) dimana pada saat ini, konsumsi energi mengalami peningkatan secara deret ukur, sementara pasokan energi listrik bertambah secara deret hitung, tentu ini akan mengalami krisis pada waktunya. karena pertumbuhan beban sangat tinggi, tidak diimbangi dengan petumbuhan penyediaan listrik.

Oleh karena itu, tidak hanya di sisi penyediaan listrik saja yang harus dikejar untuk segera menambah pasokan energi, namun secara paralel di sisi konsumen juga harus dilakukan langkah-langkah penghematan atau Konservasi Energi.

Penghematan energi listrik bukan berarti mengurangi penggunaan energi listrik yang menyebabkan fungsi utama kerja dan produksi menjadi menurun. Namun mengurangi pemakaian energi listrik, untuk hal-hal yang tidak perlu dan bersifat membuang-buang energi listrik. Banyak fenomena dijumpai dewasa ini mengenai sifat tidak hemat atau boros dalam menggunakan energi listrik. Contoh paling mudah adalah penggunaan pengkondisi udara (air conditioner) untuk medapatkan ruangan menjadi dingin, padahal penghuni ruangan tidak ada di tempat, atau mendinginkan ruangan, tapi si pengguna ruangan mengguna jaket pelindung suhu dingin. Ini salah satu tindakan pemborosan.

Contoh-contoh tindakan tidak hemat listrik atau  boros masih sangat banyak, namun persentase paling besar pemborosan energi listrik terutama dari penggunaan AC. Lalu boros dalam penggunaan elemen pemanas seperti setrika listrik, kompor listrik dan alat lain karena penggunaannya tidak diatur dengan tepat. Kondisi TV dan perlatan elektronik lain yang selalu pada posisi standby ON, juga menyerap energi listrik, padahal peralatan tersebut tidak sedang digunakan. Terakhir, tindakan penghematan energi listrik bisa dilakukan dengan mengganti lampu-lampu tidak hemat listrik dengan lampu yang hemat listrik, misalnya lampu jenis LED. Sekarang sudah dikembangkan lampu jenis LED yang menyerap energi listrik sedikit tapi memberikan efek cahaya yang cukup terang.

Mari gunakan energi listrik secara hemat. Pemborosan terhadap pemakaian energi listrik, mempercepat terjadinya Krisis Energi Listrik.

Share on Facebook

Posted in Berita, Opini.


Proteksi Petir pada Saluran Transmisi

Saluran Transmisi Tenaga Listrik merupakan salah satu bagian utama dari Sistem Tenaga Listrik yang memiliki fungsi untuk menyalurkan daya listrik dari pusat pembangkit ke gardu-gardu listrik distribusi. Saluran transmisi membentang di daerah terbuka dengan kemungkinan mendapat gangguan paling tinggi yaitu terkena sambaran petir.

Gangguan sambaran petir yang mengenai saluran transmisi utamanya akan merusak isolator, sehingga fungsinya akan menurun, bahkan bisa terjadi kerusakan tetap.

lightning 5

Share on Facebook

Posted in Opini.


MTQ Mahasiswa XXV Propinsi Jateng

MTQ Mahasiswa XXV Propinsi Jateng dilaksanakan di Islamic Centre, 1 – 3 Mei 2015.

20150503_112052

Share on Facebook

Posted in Berita.


Kerjasama LPPM, Tingkatkan Kualitas PKM

Tahun 2015, jumlah proposal PKM Undip yang didanai Dikti meningkat. Jika pada tahun 2013 ada 150 PKM yang didanai Dikti, lalu meningkat pada tahun 2014 menjadi 231 proposal PKM lolos didanai Dikti. Tentu saja bertambahnya jumlah proposal PKM mahasiswa Undip ini juga seiring dengan semakin bertambahnya jumlah proposal PKM yang berhasil diunggah ke web simlitabmas Dikti.

tim PIMNAS 2014

Namun demikian, bertambahnya jumlah proposal PKM yang didanai Dikti ini, harus diiringi dengan meningkatnya kualitas PKM. Jangan sampai secara kuantitas meningkat, tapi dari segi kualitas menurun, ini yang harus diantisipasi, demikian kata Abdul Syakur, ST. MT. dosen Teknik Elektro FT Undip yang pernah menjabat sebagai Staf Ahli PR III periode 2011 – 2014. Oleh karena itu, usaha-usaha ke arah peningkatan kualitas proposal PKM terus dilakukan. Selama ini, pendampingan pelaksanaan PKM mahasiswa Undip telah mendapatkan dukungan penuh dari pengurus BEM KM Undip bidang Riset, serta pengayaan materi PKM oleh Tim 17. Sejarah Tim 17 terbentuk adalah saat Undip mengikuti PIMNAS di UMY Yogyakarta tahun 2014 berhasil mengirimkan 17 kelompok PKM. Selanjutnya para mahasiswa yang telah menjadi alumni PIMNAS diminta kesediaan secara sukarela untuk membimbing dan mendampingi adik-adik mahasiswa ketika melaksanakan kegiatan PKM, menyiapkan diri pada saat akan Monev Dikti dan saat akan berangkat ke ajang PIMNAS.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah PKM, tahun 2015 ini bidang Kemahasiswaan menggandeng LPPM untuk meningkatkan kualitas PKM. Senin, 23 Pebruari 2015 bertempat di ruang sidang BAK, dilaksanakan koordinasi dengan para Reviewer dari LPPM Undip untuk membahas langkah-langkah teknis bagaimana memantau pelaksanaan PKM oleh Mahasiswa. Di hadapan para Reviewer yang hadir, Abdul Syakur, ST. MT. menyampaikan maksud dan tujuan bidang Kemahasiswaan bekerja sama dengan LPPM. Schedule kegiatan PKM yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa, sejak PKM dinyatakan lolos didanai, persiapan Monev Internal dan target pada saat Monev Dikti. Mahasiswa dan dosen pembimbing supaya memperhatikan 0.2*NLK dan 0.5*NM, agar bisa lolos ke PIMNAS 28 nanti.

Hadir dalam rapat koordinasi, Dr. Bambang Sulistyanto, Pembantu Dekan III FPP, menyampaikan point-point penting kerja sama antara bidang Kemahasiswaan dengan LPPM dalam rangka ikut meningkatkan kualitas PKM. Diharapkan, mahasiswa bisa melaksanakan kegiatan PKM dengan sebaik-baiknya dan secara optimal sesuai dengan yang telah dibuat dalam proposal PKM yang tekah dinyatakan lolos didanai.

Selamat melaksanakan kegiatan PKM dengan Kreativ, semoga kalian bisa mengukir prestasi yang baik di ajang PIMNAS 28 nanti.

 

Jogja, 25 Pebruari 2015.

 

Share on Facebook

Posted in Berita, Kemahasiswaan.

Tagged with , , .


BTS Undip Proteksi Petir Gedung Widaya Puraya

BTS Undip yang berdiri megah di belakang gedung Widaya Puraya tentu dibangun fungsi utamanya bukan sebagai proteksi petir. Namun sebagai pemancar radio atau TV. Juga bisa berfungsi untuk memancarkan gelombang untuk keperluan komunikasi internet dan intranet. Namun sejak dibangun hingga sampai dengan ditulisnya artikel ini, tampaknya menara tersebut belum difungsikan sebagaimana mestinya.

BTS Undip Meskipun demikian, menara BTS ini secara otomatis bisa berfungsi sebagai sistem proteksi petir (SPP) eksternal bagi gedung-gedung yang berada di sekitarnya dari sambaran petir secara langsung.

Menara yang menjulang dilengkapi dengan finial pada bagian puncak mengkondisikan ketika ada muatan listrik di awan, pada bagian finial inilah yang akan memulai untuk terjadi pelepasan muatan listrik atau disebut initiation process. Semakin besar muatan listrik yang terbentuk di awan, maka pelepasan muatan listrik di ujung finial akan semakin besar, sehingga akan mudah tertarik ke awan.

Jika kuat medan listrik E antara awan dengan ujung finial telah mencapai titik kritis kuat tembus udara, maka sangat dimungkinkan terjadinya aliran muatan listrik dari awan ke menara tersebut. Peristiwa alam seperti ini biasa disebut terjadi sambaran petir.

Sambaran petir akan mencari struktur-struktur yang menjulang tinggi, utamanya yang terbuat dari logam, karena proses inisiasi ini paling mudah terjadi apalagi berbentuk lancip. Makanya struktur tinggi seperti menara BTS, menara pancar radio, menara transmisi listrik dan gedung bertingkat yang dilengkapi dengan sistem proteksi petir adalah media yang paling senang “dikunjungi” oleh petir ini.

Hal yang perlu menjadi perhatian utama adalah sistem grounding yang ada di menara BTS ini, harus dibuat sedemikian rupa agar saat petir ini datang, muatan listriknya bisa dialirkan segera ke tanah dan habis, tidak menimbulkan efek yang merusak pada peralatan dan orang yang ada di sekitar menara.

Semoga menara BTS Undip yang bediri megah ini bukan hanya sebagai proteksi petir bagi gedung Widya Puraya, tapi segera bisa dimanfaatkan sebagaimana fungsi utamanya.

Catatan : begitu selesai artikel ini saya tulis dan saya unggah, langsung disusul sambaran petir sekali.

Share on Facebook

Posted in Berita, Opini.

Tagged with , .


Rencana Kerja 2015

Tahun 2014 telah selesai dan berganti memasuki tahun 2015. Rencana kerja yang harus diselesaikan, yang menjadi prioritas utama adalah Menyelesaikan Studi Doktoral di Teknik Elektro UGM Yogyakarta. Rencana kerja yang lain, tentu sebagai komplemen, bukan utama.

Share on Facebook

Posted in Berita.




Skip to toolbar