Skip to content


Optimalisasi Pengelolaan Energi

Bagaimana mengelola energi untuk menjamin ketahanan energi bagi bangsa Indonesia ? Topik ini tidak pernah habis untuk didiskusikan, dibahas, dirumuskan dalam rangka menjamin pasokan energi di Indonesia yang memadai. Abdul Syakur, ST. MT. mahasiswa S3 Teknik Elektro UGM, juga sebagai dosen Teknik Elektro Undip saat menghadiri Seminar Nasional Optimalisasi Pengelolaan Energi menyampaikan keprihatinannya dengan kondisi pengelolaan energi saat ini.

Dalam seminar nasional yang membahas mengenai optimalisasi pengelolaan energi, mestinya tidak hanya dilihat dari sisi produksi energi saja / dari sisi produksi (Supply Side Management = SSM) tapi juga harus dilihat dari sisi penggunaan (Demand Side Management = DSM). Semua pembicara menyampaikan optimalisasi pengelolaan energi dari sisi produksi. Padahal mengelola energi juga bisa dari sisi pengguna (user) dimana pada saat ini, konsumsi energi mengalami peningkatan secara deret ukur, sementara pasokan energi listrik bertambah secara deret hitung, tentu ini akan mengalami krisis pada waktunya. karena pertumbuhan beban sangat tinggi, tidak diimbangi dengan petumbuhan penyediaan listrik.

Oleh karena itu, tidak hanya di sisi penyediaan listrik saja yang harus dikejar untuk segera menambah pasokan energi, namun secara paralel di sisi konsumen juga harus dilakukan langkah-langkah penghematan atau Konservasi Energi.

Penghematan energi listrik bukan berarti mengurangi penggunaan energi listrik yang menyebabkan fungsi utama kerja dan produksi menjadi menurun. Namun mengurangi pemakaian energi listrik, untuk hal-hal yang tidak perlu dan bersifat membuang-buang energi listrik. Banyak fenomena dijumpai dewasa ini mengenai sifat tidak hemat atau boros dalam menggunakan energi listrik. Contoh paling mudah adalah penggunaan pengkondisi udara (air conditioner) untuk medapatkan ruangan menjadi dingin, padahal penghuni ruangan tidak ada di tempat, atau mendinginkan ruangan, tapi si pengguna ruangan mengguna jaket pelindung suhu dingin. Ini salah satu tindakan pemborosan.

Contoh-contoh tindakan tidak hemat listrik atau  boros masih sangat banyak, namun persentase paling besar pemborosan energi listrik terutama dari penggunaan AC. Lalu boros dalam penggunaan elemen pemanas seperti setrika listrik, kompor listrik dan alat lain karena penggunaannya tidak diatur dengan tepat. Kondisi TV dan perlatan elektronik lain yang selalu pada posisi standby ON, juga menyerap energi listrik, padahal peralatan tersebut tidak sedang digunakan. Terakhir, tindakan penghematan energi listrik bisa dilakukan dengan mengganti lampu-lampu tidak hemat listrik dengan lampu yang hemat listrik, misalnya lampu jenis LED. Sekarang sudah dikembangkan lampu jenis LED yang menyerap energi listrik sedikit tapi memberikan efek cahaya yang cukup terang.

Mari gunakan energi listrik secara hemat. Pemborosan terhadap pemakaian energi listrik, mempercepat terjadinya Krisis Energi Listrik.

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita, Opini.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar