Skip to content


Seminar SCADA dan Proteksi Petir

Untuk meningkatkan kemudahan dalam pengoperasian antara pusat pembangkit listrik dengan gardu-gardu induk di Jawa,  PT. PLN telah menggunakan SCADA (supervisory control and data acquisition). Sistem buka tutup jaringan di pusat pembangkit dan gardu dapat dikontrol dan dimonitor jarak jauh. Untuk menghubungkan pusat-pusat pembangkit dan gardu-gardu induk yang jaraknya sangat berjauhan, SCADA ini ditempelkan di saluran udara (SUTT). Dengan cara ini, pengaturan pengiriman daya listrik dari satu pembangkit ke pusat-pusat beban bisa dikendalikan, dimonitor cukup dengan melalui suatu mimic board. Kemudahan itu karena ditunjang dengan adanya SCADA.

Sementara di sisi lain, pengiriman daya listrik dari pusat pembangkit hingga sampai ke pelanggan dengan menggunakan saluran transmisi dan jaringan distribusi, yang terpasang di daerah terbuka rentan terhadap gangguan lingkungan, utamanya adalah terkena sambaran petir. Sehingga perlu dilakukan langkah-langkah proteksi/perlindungan terhadap peralatan-peralatan yang ada di saluran transmisi, utamanya isolator, dan peralatan utama yang ada di gardu induk yaitu trafo. Materi Proteksi Petir pada Jaringan, Saluran Transmisi dan Industri disampaikan oleh Abdul Syakur, ST. MT. dalam acara Seminar Program Studi Teknik Listrik, Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Semarang.

Polines

Acara dihadiri oleh para dosen teknik elektro dan mahasiswa dari berbagai konsentrasi, diantaranya arus kuat, elektronika, telekomunikasi dan kontrol. Hadir juga para mahasiswa yang berasal dari program kerjasama Polines – PLN. Mereka antusias mendengarkan materi yang disampaikan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab.

Salah satu hal yang menarik adalah pertanyaan bagaimana memanfaatkan daya petir sebagai suatu sumber pembangkit listrik, jadi nanti diberi nama Pembangkit Listrik Tenaga Petir (PLTP). Sampai dengan saat ini, daya petir belum bisa disimpan, karena kejadian mengalirnya muatan listrik ini sangat cepat, mencapai puncaknya dalam waktu 1,2 mikrodetik. Sehingga diperlukan kontrol yang sangat memadai. Demikian juga untuk menyimpan muatan listrik petir ini, dapat dicoba dengan menggunala super kapasitor. Namun kembali, belum bisa direalisasikan. Apakah anda yang menanganinya, untuk merealisasikan PLTP ?

 

 

 

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Opini.

Tagged with .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar