Skip to content


Pemira UNDIP

Pemilu Raya Mahasiswa UNDIP telah selesai dilaksanakan, namun masih menyisakan masalah yang belum terselesaikan. Kabar bahwa kotak suara dibakar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, serta pengulangan pemira di FISIP menimbulkan kerisauan di hati saya. Hingar bingar menuju pemira UNDIP 2012 ini cukup terasa. Masing-masing calon melakukan promosi melalui media cetak dengan memasang pamflet dan baliho. Juga melalui media informasi elektronik yaitu jejaring sosial FB dan Twitter. Ini menunjukkan semangat dan gairah mahasiswa dalam ikut menyukseskan Pemira UNDIP. Dinamika mahasiswa UNDIP dalam mengikuti kegiatan dan berorganisasi menunjukkan peningkatan.

Namun sekali lagi, pelaksanaan Pemira tahun ini disertai dengan ontran-ontran para mahasiswa, hingga harus menghadirkan Pembantu Rektor III dalam menyelesaikan kisruh kotak suara dan penggelembungan suara. Pemira yang diikuti oleh 11 partai mahasiswa dengan 3 pasang kandidat calon BEM belum berakhir dengan mulus. Perdebatan tentang jumlah suara yang dibakar di FEB oleh oknum yang tidak diketahui serta jumlah suara yang tidak sesuai antara jumlah pemilih di FISIP menimbulkan ketegangan diantara para pendukung calon kandidat. Kehadiran Pembantu Rektor III di kantor polisi Polsek Tembalang depan kampus POLINES sedianya untuk mediasi antara para pendukung. Bapak Drs. Warsito, SU selaku PR III menyampaikan bahwa mahasiswa harus menyelesaikan apa yang telah disepakati bersama. Pihak pimpinan universitas tidak akan mengintervensi pada salah satu kelompok tertentu. Biarlah bagaimana mahasiswa berproses sesuai dengan yang telah disepakati bersama. Jika ada yang merasa keberatan dengan hasil Pemira, maka pihak yang keberatan supaya mengajukan gugatan disertai dengan bukti-bukti, jangan asal omong doang (omdo). Berawal dari pemikiran seperti inilah, mestinya mahasiswa mengambil pelajaran bahwa apapun yang terjadi terkait dengan pelaksanaan pemira, harus diselesaikan oleh mahasiswa itu sendiri secara intelektual, mengedepankan norma akademik. Bukan otot dan kekerasan, apalagi baku hantam sampai terjadi pembakaran kertas suara. Jika ini terjadi dan mahasiswa pada akhirnya tidak bisa menyelesaikan, bukan tidak mungkin pemira tahun depan harus dilakukan intervensi dari pihak pimpinan Universitas. Tidak semua kegiatan sepenuhnya diserahkan kepada mahasiswa.

Harapana Baru

Melihat apa yang terjadi, kemelut pemira belum selesai, dan belajar dari perguruan tinggi lain dalam melakukan pemira, maka memunculkan harapan baru, agar pelaksanaan pemira tidak lagi dilakukan secara konvensional. Ada wacana :

1. pemira dilaksanakan secara elektronik, berbasis intranet. Sehingga para mahasiswa tidak perlu legi mencoblos, cukup memilih melalui media internet. Dan hal ini dapat dilakukan tidak harus di dalam kampus.

2. pemira dilaksanakan secara terpusat pada waktu dan jam tertentu yang telah dibatasi. Para pemilih supaya mendatangi tempat pemberian suara yang telah dirancang secara elektronik

3. pemira dilaksanakan berbasis kartu mahasiswa dengan jumlah angkatan mahasiswa pemilih tertentu. Misalnya untuk pemira tahun 2012, hanya 3 angkatan yang memiliki hak suara, jadi mahasiswa yang memiliki hak suara angkatan 2012, 2011 dan 2010.

Masing-masing wacana tersebut, masih akan dipertimbangkan dan disempurnakan, termasuk peran serta pimpinan universitas dan fakultas dalam mendampingi kegiatan pemira. Hal ini akan diterapkan jika mahasiswa nyata-nyata tidak bisa menyelesaikan masalah yang muncul akibat tidak dilaksanakannya aturan bersama yang telah disepakati oleh mahasiswa dan juga akibat kelalaian mahasiswa baik disengaja maupun tidak disengaja. Harapannya, dengan kondisi yang dinamis ini, mahasiswa dapat menyelasaikan kisruh pemira dengan suasana kekeluargaan dan dalam rangka proses pembelajaran, bukan dengan ambisi kelompok-kelompok tertentu.

 

Catatan akhir tahun 2012 tentang Pemira UNDIP. Ditulis hanya berdasarkan pendapat pribadi setelah mengamati kegiatan pemira. By Abdul Syakur.

 

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Kemahasiswaan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar