Skip to content


Lahirnya Putra Petir

Tidak hanya berhasil mencuri perhatian dengan aksi-aksi simpati yang dilakukan oleh pak Dahlan Iskan (Menteri BUMN), sebut saja aksinya membuka pintu tol dipagi hari yang mestinya lancar, tapi malah macet;  namun juga kemampuan pak DIS (demikian akrab dipanggil) untuk mendengar langsung dari berbagai sumber serta menuliskan berbagai gagasan untuk memperbaiki kondisi negeri kaya raya sumber daya alam yang sedang terpuruk ini, karena salah kelola. Salah satunya tentang gagasan beliau dalam tajuk Hamil Tua untuk Lahirnya Putra Petir dan Saatnya Putra Petir harus Melawan.

Tampaknya gagasan ini muncul bersamaan dengan maraknya penolakan terhadap rencana kenaikan BBM yang semula direncanakan per 1 April 2012. Bukan melalui demo turun ke jalan, tapi pak Dis menawarkan solusi atas kelangkaan suplay BBM dengan mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia (sebut warga dan rakyat) terhadap pemakaian BBM. Selain dengan menghemat pemakaian BBM, juga dengan akan dimanfaatkannya energi listrik (Putra Petir) sebagai sumber dari berbagai keperluan untuk menggantikan BBM. Sebut saja dengan hasil dari beberapa riset perguruan tinggi seperti UGM dan ITS yang telah berhasil membuat mobil berbahan bakar energi listrik.

Ini sangat menarik, karena sebagai suatu terobosan baru dalam bidang otomatif, penggunaan energi listrik sebagai sumber tenaga gerak mekaniknya. Untuk jarak tempuh pendek tampaknya tidak mengalami kendala, misalnya untuk tujuan transportasi dalam kota, namun penggunaan alat tarnsportasi berbahan energi listrik ini akan mengalami masalah untuk jarak jauh antar propinsi. Harus sudah disiapkan infrastrukturnya, terkait dengan penyediaan energi listrik di setiap titik-titik tertentu pada saat mobil, motor, bus, truk atau alat tarnsportasi lain, yang menggunakan energi listrik sebagai tenaga penggerkanya. Sebut saja semacam SPBU yang biasa ditemui di sepanjang jalan, sehingga pada saat bahan bakar habis, maka harus segara diisi kembali. Pengisian kembali “Putra Petir”  pada sarana transportasi ini dengan menggunakan sistem injeksi ( awam menyebut di strum lagi aki-nya ), atau kalau semisal HP, jika batere habis berarti harus dicas (charge).

Hari ini putra petir masih berupa embrio, belum lagi menjadi bayi yang siap dilahirkan. Mobil-mobil skala riset laboratorium telah dibuat dengan menggunakan energi listrik (putra petir), dengan jarak tempuh sekitar 3 km.

Akankah putra petir ini dilahirkan atau hanya sebatas wacana ? Semoga pak Dis dengan program-programnya untuk pemberdayaan potensi seluruh anak negeri bisa membantu dan membidani lahirnnya sang Putra Petir. Kali ini bukan Gundala Putra Petir, tapi Pak Dis sang Putra Petir. Semoga.

Pak Dis kah sang Putra Petir ? ataukah Gundala ?

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Opini.

Tagged with , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar