Skip to content


Undip Optimistis Sambut Pimnas

SEMARANG-Undip optimistis menyambut Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) tahun ini. Salah satu universitas terbesar di Semarang itu ingin memperbaiki prestasi yang diukir tahun lalu. Guna memenuhi ambisi tersebut, persiapan menuju ajang yang digelar pertengahan tahun nanti dimulai sejak dini. ( Suara Merdeka, 31 Januari 2012, Halaman 9 )

“Tahun ini proposal program kreativitas mahasiswa atau PKM dari Undip yang diterima Dikti mencapai 241 buah. Jumlah itu meningkat lebih dari 100% dibandingkan dengan tahun lalu. Setelah kuantitas meningkat, kami sekarang mencoba meningkatkan kualitas, agar proposal-proposal tersebut lolos saat pemantauan dan evaluasi, sehingga berhasil ke Pimnas dan meraih prestasi terbaik di sana,” ujar Pembantu Rektor III Undip Drs Warsito SU, saat ditemui usai membuka acara pembekalan bagi mahasiswa yang ikut PKM, Senin (30/1). Selain mahasiswa, acara yang dilangsungkan di kampus FISIP Tembalang tersebut juga diikuti oleh dosen pembimbing. Warsito mengatakan, pihaknya masih merasa PKM kurang mendapat respons dari mahasiswa. Dibandingkan dengan kampus-kampus lain, jumlah proposal dari Undip terhitung sedikit. Mengingat hal itu, pihaknya akan lebih intensif melakukan sosialisasi.

Multietnis

Salah satu pembicara pada kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore itu, dr Onny Setiani PhD memberi pesan kepada para mahasiswa agar benar-benar menyiapkan diri sebaik mungkin.

“Sebagai tim, harus ada pembagian kerja yang rapi. Yang pandai menulis diberi tugas untuk menulis. Yang pintar bicara juga harus diberi tugas sebagai juru bicara,” jelasnya seraya menambahkan penampilan saat melakukan presentasi di monitoring dan evaluasi juga penting.

Pembicara lain, Abdul Syakur ST MT menegaskan, untuk mematangkan persiapan mahasiswa Undip di ajang tersebut, pihaknya akan menggelar monitoring dan evaluasi internal terlebih dulu. Dia ingin Undip bisa menaikkan peringkat dari posisi tahun lalu yang berada di peringkat kedelapan. Sementara itu, beberapa proposal penelitian mahasiswa di ajang tersebut cukup menarik. Mahasiswa FISIP Jurusan Komunikasi Nur Laili Mardhiyani (21) misalnya, memimpin dua rekannya Ristania dan Dian untuk meneliti pola komunikasi warga multietnis di Petolongan, Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah.

Mereka meyakini, area yang berubah dari pemukiman menjadi tempat usaha atau bisnis itu memiliki pola komunikasi yang unik. Sebab, di daerah tersebut ada empat etnis yang hidup di sana, yakni Jawa, Arab, Koja, dan Tionghoa. (H35-75)

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita.

Tagged with , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar