Skip to content


Survey Awal KKN Kec. Tlogomulyo – Temanggung

Pagi ini, Kamis 22 Desember 2011 sebagian besar PNS akan mengikuti upacara Hari Ibu. Tak terkecuali saya, pagi-pagi sudah rapi dengan menggunakan PSH baru ( jatah dari FT ) dan pertama akan digunakan untuk upacara. PSH yang baru ini rasanya agak beda, maklum namanya juga baru.

Bersamaan dengan upacara hari Ibu, 22 Desember 2011, mahasiswa yang KKN di Kecamatan Tlogomulyo Kab. Temanggung juga akan segara bertolak ke Temanggung pagi ini jam 07.30 WIB. Padahal saya sudah rapi, mau ikut upacara. Karena tidak bisa, satu badan untuk dua kegiatan, akhirnya saya putuskan mendampingi mahasiswa yang akan survey ke lokasi KKN di Kecamatan Tlogomulyo Kabupaten Temanggung. Sebelum berangkat, saya menghubungi Sekretaris Kecamatan Tlogomulyo, Bapak Seri, bahwa rombongan mahasiswa dari UNDIP ada 35 mahasiswa, hari ini akan bertemu dengan Pak Camat dan para Kepala Desa. Selanjutnya, tanpa ada pemberitahuan lain, selain pak SekCam berpesan agar hati-hati selama dalam perjalanan, rombongan mahasiswa UNDIP dengan 2 dosen pendamping yaitu bu dokter Siswi Jayanti MSc dan pak Abdul Syakur, ST. MT berangkat menuju Temanggung dengan menggunakan 7 mobil.

Selama perjalanan, tidak ada halangan yang berarti, kecuali ada mahasiswi yang pening dan mau muntah-muntah karena belum sarapan. Daulay nama mahasiswi tersebut, mengira bahwa Temanggung itu dekat. Apalagi jalur yang ditempuh melalui Bandungan, Sumowono lanjut Kaloran, Temanggung kota cukup berkelok-kelok. Sesampai kami di Alun-alun Kota Temanggung, sejenak parkir di sebelah utara Masjid Besar alun-alun untuk menunggu dijemput pak Seri selaku SekCam Tlogomulyo. Maklum diantara robongan belum ada yang tahu arah menuju kecamatan Tlogomulyo. Tidak kurang dari 15 menit rombongan mahasiswa sampai di kantor Kecamatan Tlogomulyo, dan disambut oleh beberapa petugas, seperti pak Agus dan bu Endang, kepala Seksi Pemberdayaan Potensi Daerah.

Dalam acara pembukaan penerimaan rombongan, pak SekCam menyampaikan permohonan maaf, karena :

1. Aula kecamatan Tlogomulyo sedang digunakan untuk kegiatan PNPM, sehingga rombongan mahasiwa tidak bisa masuk semua ke ruang kerja pak Camat. Hanya perwakilan desa saja yg bisa masuk

2. Bertepatan hari ini, 22 Desember 2011, ada demo besar-besaran dari seluruh perangkat desa, dan warga menolak RPP Tembakau, sehingga para mahasiswa mungkin tidak bisa bertemu pak Lurah atau Kepala Desa. Pak SekCam menyampaikan permintaan maaf ini, karena tidak confirm dulu sebelumnya, kalau hari ini para Kepala Desa/Lurah ikut Demo.

Dari 12 desa yang ada di Kecamatan Tlogomulyo, sesuai rencana akan disurvey semuanya. Sedangkan petugas pendamping dari kecamatan hanya ada 4 orang. Oleh karena itu, pak SekCam membagi rombongan menjadi 4 kelompok dengan masing-masing kelompok ada 3 desa.

Saya berkesempatan mendampingi pak Agus untuk mengunjungi Desa Tanjungsari ( wakil mahasiswa yang survey  Tia ), Desa Kerokan ( wakil mahasiswa yang survey yaitu Irin, Karin dan Debi) dan Desa Balerejo ( wakil mahasiwa yang survey Dharma, wakil korcam ).

Alhamdulillah, untuk tiga desa ini sudah beres, terutama masalah tempat tinggal dan biaya hidup selama KKN. Catatan tambahan, untuk desa Kerokan, ada SP3 yaitu Program Sarjana Membangun Desa, sudahbertemu dengan mahasiwa dari Jakarta yaitu Tika dan Siti. Silahkan yang KKN di desa Kerokan supaya bekerja sama dengan SP3 dalam program-program kegiatan yang akan dilaksanakan selama KKN.

Jam 12.00 semua mahasiswa yang survey ke desa-desa sudah kumpul kembali di Aula kecamatan dan menadapatkan jamuan makan siang. Jam 13.00 ada pengarahan dari pak Bowo selaku camat Tlogomulyo, agar mahasiswa bisa mendapatkan informasi yang sebaik-baiknya tentang desa-desanya, merencanakan program kegiatan, jangan lupa supaya menjaga etika, sopan santun selama berhubungan dengan warga. Khsusu untuk daerah atas, yaitu Legoksari ada pesan khusus dari pak Camat, agar mahasiwa yang suka merokok, dilarang merokok kecuali dengan merk rokok tertentu. Demikian juga, pesan kepada mahasiwa agar tidak membuat kegaduhan dengan mengangkat tema-tema disuksi yang sensitif terkait Tembakau.

Saya mewakili UNDIP, berpesan kepada mahasiwa yang akan KKN di kecamatan Tlogomulyo agar bisa menjaga perilaku, tata krama, adab sopan santun, jangan membawa kebiasaan buruk, dengan pesan : Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.  Waktu selama 35 hari tidaklah cukup untuk membuat perubahan-perubahan besar lagi mendasar. Namun mahasiswa bisa memberikan kesan baik yang mendalam kepada warga masyarakat melalui perilaku, tata krama dan kerja sama yang baik dengan warga masyarakat selama menjalankan program KKN. Harapannya KKN bisa memberikan manfaat bagi mahasiswa, bagi warga masyarakat, bagi pemerintah kecamatan dan bagi UNDIP. Sehingga diperlukan kerjasama yang baik semua pihak disertai dengan komunikasi yang baik juga.

Rombongan mahasiswa UNDIP dilepas kepulangannya oleh pak Camat dan pak SekCam Tlogomulyo dengan pesan hati-hati selama dalam perjalanan agar selamat sampai tujuan, kembali ke Semarang.

KKN Tlogomulyo …… !!! Slalu dihati……….Brrrrrr.

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar