Skip to content


Petir membunuh Kuman dan Bakteri

Musim hujan telah tiba. Bulan Nopember ini, curah hujan biasanya melimpah hingga sampai Januari. Bencana yang mengikuti musim hujan akhir-akhir ini adalah : Banjir, Tanah Longsor, pohon-pohon bertumbangan dan Banjir Lahar Dingin sisa-sisa erupsi Gunung Merapi setahun yang lalu, Nop 2010.

Peristiwa lain yang mengiringi musim hujan, juga menyebarnya berbagai macam penyakit terkait dengan air kotor yang menggenang sehingga menjadi sarang dan bertelurnya nyamuk. Tidak kalah pentingnya adalah Fenomena Kilat dan Petir yang terjadi di Musim Penghujan ini.

 

Mengapa petir terjadi di musim penghujan, seperti bulan-bulan Nopember saat ini ? Melalui suatu proses elektrifikasi di awan, muatan listrik statis terbentuk karena adanya gesekan antara udara panas dengan awan < yang membawa partikel-partikel bermuatan dari sumber air laut maupun daerah industri >.  Proses charging ini terus menerus terjadi di awan selama masih ada beda tekanan udara, yang mengakibatkan udara panas terus bergerak menerabas awan. Sehingga sampailah, muatan listrik statis yang terbentuk di awan ini menjadi sangat banyak dalam orde MegaColoumb. Hal ini menjadikan kuat medan listrik menjadi sangat tinggi. Jika kuat isolasi udara sudah tidak lagi mampu menahan medan listrik yang tinggi ini, maka akan akan mengalirlah muatan listrik dari awan menuju bumi, dan terjadilah petir.

Sebagaimana telah saya tuliskan (Manfaat Petir) bahwa petir itu selain membuat kerusakan di permukaan bumi, juga mempunyai manfaat yang sangat besar. Diantara manfaat petir yang sudah saya tuliskan adalah : (1) Menghasilkan gas-gas Ozon melalui proses yang sangat dahsyat, sehingga sangat membantu dalam membuat lapisan Ozon (2) Meningkatkan kesuburan Tanah dan (3) adalah dapat membunuh kumah dan bakteri yang beterbangan di udara.

1. Manfaat Petir untuk Memproduksi Ozon (O3)

Kita tentu tahu bahwa bumi diselimuti oleh lapisan ozon. Lapisan ozon adalah sekumpulan udara diamosfer yang melindungi bumi dari radiasi sinar matahari yang berbahaya bagi kehidupan di bumi seperti sinar ultraviolet (UV) sehingga sinar UV yang sampai di bumi dalam jumlah yang tidk berbahaya. Hubunganya petir dengan lapisan ozon adalah bahwa lapisan ozon berperan membentuk lapisan ozon. Lapisan ozon merupakan senyawan O3. Petir peran meicu terjadinya reaksi kimia dari  O2 atau oksigen menjadi O3. Sederhanya tiga senyawa O2 akan pecah menjadi enam senyawa O dan akhirnya terbentu 2 senyawa O3. Proses tersebut tidak akan terjadi tanpa bantuan dari petir.

2. Manfaat Petir untuk Kesuburan Tanah

Manfaat lain petir adalah bagi kesuburan tanah. Saat petir menyambar tidak hanya terjadi pembentukan lapisan ozon saja, tapi banyak terjadi reaksi-reaksi kimia lain antara udara dengan air hujan yang sedang turun. Misalnya nitrogen dengan air sehingga saat air sampai dibumi menjadikan tanah lebih subur karena mendapat pasokan nitrogen lebih banyak berupa unsur Hara. Proses yang terjadi di alam raya ini ibarat sebuah pabrik pupuk urea yang menghasilkan pupuk urea berkadar Nitrogen tinggi.

Sebagaimana diketahui, bahwa para petani menggunakan pupuk urea untuk membantu proses penyuburan tanah. Sebagai tambahan informasi, Pupuk urea yang diproduksi oleh Pabrik Pupuk Sriwijaya (PUSRI) jenis pupuk tunggal berkadar Nitrogen 46%.  Hal ini menunjukkan bahwa, Nitrogen merupakan unsur yang penting dalam proses menyuburkan tanah. Dan gas Nitrogen N2 ini tersedia melimpah di udara dengan kandungan hingga 72% dari udara.

Maka benarlah, Firman Allah SWT “dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya”[QS 30:24].

Apa jadinya, jika tanaman mengalami kekurangan zat Nitrogen atau unsur HARA ini. Maka secara fisik dapat diamati sebagai berikut :

1. Keadaan daunnya berwarna pucat dan kekuning-kuningan

2. Bila kekuranagn zat nitrigen semakin parah, maka daun tua akan mulai berwarna kuning dari ujung duan dan menjalar hingga sampai ke tualng daun.

3. Pertumbuhan akan terhambat dan tanaman menjadi kerdil, dan

4. Akibat kekurangan zat Nitrogen pada buah, maka buah akan masak sebelum waktunya atau sebelum sesuai ukurannya.

 

Berikut ini dijelaskan pembuatan pupuk urea

Proses Kimia Pembuatan Amoniak dan Urea

Pupuk Urea yang dikenal dengan nama rumus kimianya NH2CONH2 pertama kali dibuat secara sintetis oleh Frederich Wohler tahun 1928 dengan mereaksikan garam cyanat dengan ammonium hydroxide.

Pupuk urea yang dibuat PT Pusri merupakan reaksi antara karbon dioksida (CO2) dan ammonia (NH3). Kedua senyawa ini berasal dari bahan gas bumi, air dan udara. Ketiga bahan baku tersebut meruapakan kekayaan alam yang terdapat di Sumatera Selatan.

Pada proses pembuatan amoniak dengan tekanan rendah dalam reaktor (±150 atmosfir) yaitu dengan reaksi reforming merubah CO menjadi CO2, penyerapan CO2 dan metanasi. Reaksi reforming ini dilakukan dalam 2 tingkatan yaitu :

Tingkat Pertama :
Gas bumi dan uap air direaksikan dengan katalis melalui piap-pipa vertikal dalam dapur reforming pertama dan secara umum reaksi yang terjadi sebagai berikut:

Cn H2n + nH2O —> NCO + (2n+1)H2 panas
CH4 + H2O —> CO + 3H2 panas

Tingkat Kedua :
Udara dialirkan dan bercampur dengan arus gas dari reformer pertama di dalam reformer kedua, hal ini dimaksudkan untuk menyempurnakan reaksi reforming dan untuk memperoleh campuran gas yang mengandung nitrogen (N)

2 CH4 + 3 O2 —> 12 N2
2 CO + 4 H2O —> 12 N2

lalu campuran gas sesudah reforming direaksikan dengan H2O di dalam converter CO untuk mengubah CO menjadi CO2

CO + H2O —> CO2 + H2

CO2 yang terjadi dalam campuran gas diserap dengan K2 CO3

K2 CO3 + CO2 + H2O —> KHCO3

larutan KHCO3 dipanaskan guna mendapatkan CO2 sebagai bahan baku pembuatan urea.

Setelah CO2 dipisahkan, maka sisa-sisa CO, CO2 dalam campuran gas harus dihilangkan yaitu dengan cara mengubah zat-zat itu menjadi CH4 kembali

CO + 3H2 —> CH4 + H2O
CO2 + 4H2 —> CH4 + 2H2O

Lalu kita mensitesa nitrogen dengan hidrogen dalam suatu campuran ganda pada tekanan 150 atmosfir dan kemudian dialirkan ke dalam converter amoniak.

N2 + 3H2 —> 2NH3

Setelah didapatkan CO2 (gas) dan NH3 (cair), kedua senyawa ini direaksikan dalam reaktor urea dengan tekanan 200-250 atmosfer.

2NH3 + CO2 —> NH2COONH4 + Q
amoniak karbon dioksida ammonium karbamat
NH2COONH4 —> NH2 CONH2 + H2O Q

Reaksi ini berlangsung tanpa katalisator dalam waktu ±25 menit. Proses selanjutnya adalah memisahkan urea dari produk lain dengan memanaskan hasil reaksi (urea, biuret, ammonium karbamat, air dan amoniak kelebihan) dengan penurunan tekanan, dan temperatur 120-165 derajat Celsius, sehingga ammonium karbamat akan terurai menjadi NH3 dan CO2, dan kita akan mendapatkan urea berkonsentrasi 70-75%.

Untuk mendapatkan konsentrasi urea yang lebih tinggi maka dilakukan pemekatan dengan cara:

  1. Penguapan larutan urea di bawah vacuum (ruang hampa udara, tekanan 0,1 atmosfir mutlak), sehingga larutan menjadi jenuh dan mengkristal.
  2. Memisahkan kristal dari cairan induknya dengan centrifuge
  3. Penyaringan kristal dengan udara panas

Untuk mendapatkan urea dalam bentuk butiran kecil, keras, padat maka kristal urea dipanaskan kembali sampai meleleh dan urea cair lalu disemprotkan melalui nozzle-nozzle kecil dari bagian atas menara pembutir (prilling tower).

Sementara tetesan urea yang jatuh melalui nozzle tersebut, dihembuskan udara dingin ke atas sehingga tetesan urea akan membeku dan menjadi butir urea yang keras dan padat.

3. Petir bermanfaat untuk Membunuh Kuman dan Bakteri

Jumlah kuman dan bakteri yang beterbangan bersama udara diperkirakan sampai dengan jutaan. Apalagi jika berdekatan dengan tempat-tempat sumber penyakit seperti sampah, rumah sakit, pabrik dan lain-lain. Pada kondisi akan turun hujan, dimana awan melingkupi permukaan bumi, maka di permukaan akan terasa panas. Kondisi ini cenderung menjadi semakin lembab, dengan meningkatnya kandungan uap air di udara. Kondisi seperti ini sangat potensial untuk tumbuh berkembangnya bakteri-bakteri juga kuman-kuman yang beterbangan di udara. Maka ketika terjadi Kilat dan sambaran petir di udara, akan membunuh kuman-kuman dan bakteri ini. Hal ini karena kilat dan sambaran petir merupakan aliran muatan listrik. Pada saat muatan listrik ini mengalir melesat di udara akan memanaskan udara disekitarnya.

Oleh karena itu, saat terjadi hujan disertai dengan kilat dan petir yang menggelegar, juga sedang terjadi proses pembersihan udara dari kandungan kuman dan bakteri yang melayang, disebabkan oleh plasma petir yang sangat tinggi. Setelah hujan reda, petir sudah selesai, maka udara akan terasa nyaman. Mari kita rasakan dengan seksama, karena apa yang terjadi di sekitar kita termasuk hujan dan petir, pasti ada manfaat yang sangat besar, dibalik ancaman yang sangat menakutkan.

 

Semoga Bermanfaat.

abdul SYAKUR, 16 Nopember 2011.

Web terkait : Dibalik Dahsyatnya Petir, dan PT. Pupuk Sriwijaya

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita, Opini.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar