Skip to content


Saat Petir menyambar Pesawat

Pada saat saya menyampaikan materi tentang macam-macam petir, yang meliputi : petir antar awan, petir di dalam awan dan petir awan ke bumi; kemudian ada mahasiswa yang bertanya : Bagaimana jika pesawat yang sedang terbang melewati diantara dua awan bermuatan yang memiliki beda potensial yang sangat tinggi; atau bila pesawat itu menerobos awan dan memasuki daerah dimana didalam awan itu memiliki beda potensial yang tinggi, bukankah itu akan memicu memudahkan terjadinya pelepasan muatan / terjadinya petir ?

Sesaat saya teringat akan artikel yang pernah membahas masalah ini. Bahwa mungkin saja pesawat dapat terkena sambaran petir. Tapi pesawat telah dirancang dan dibuat dengan menggunakan metal serta pada bagian permukaan pesawat telah dilengkapi dengan ujung-ujng runcing, yang memungkinkan akan mudah untuk disambar petir, namun juga akan mudah untuk membuang muatan listrik petir jika mengenai bodinya. Sehingga bagian dalam pesawat akan tetap aman. [ Lihat gambar ]

Contoh pada bagian bodi pesawat tersebut, tampak bagian-bagian yang runcing. Meskipun dalam gambar ini hanya tampak bagian ekor pesawat, namun logikanya pada bagian kepala pesawat pun, mestinya ada bagian-bagian runcing ini.

Secara elektrik, fungsi dari bagian runcing ini adalah untuk memudahkan petir menyambar pesawat. Mengapa petir menjadi lebih mudah untuk menyambar ? Karena pada saat pesawat mendekati awan bermuatan, maka akan terjadi induksi pada bodi menara. Dan pada ujung runcing inilah, muatan-muatan statis negatif atau positif akan mudah terlepas karena prsoses konduksi yang sangat kuat. Seberapa kuat awan menginduksi pesawat ? Ya….sebesar muatan yang ada di awan tersebut. Semakin besar muatan listrik yang ada di awan, maka kemampuan menginduksinya akan semakin kuat.  Sebagaimana diketahui, bahwa Arus (I) merupakan fungsi dari muatan(q); sementara jarak sambaran petir (S) merupakan fungsi dari Arus. Jadi secara tidak langsung, kemampuan jangkauan sambaran petir itu dipengaruhi oleh seberapa banyak muatan (q) yang terkandung dalam awan.

Semakin kuat awan, menginduksi metal pada pesawat, maka konduksi dari awan dan konduksi dari bodi pesawat akan mudah terjadi, terutama pada bagian-bagian yang runcing ini. Mudahnya terjadi konduksi dari bagian runcing ini secara sederhana karena pada bagian runcing memiliki luas permukaan yang lebih kecil, sehingga muatan statis lebih mudah terlepas.

Setelah pesawat disambar, maka tidak ada cara lain untuk membuang muatan listrik petir ini, kecuali dengan membuangnya kembali ke udara melalui ujung-ujung runcing ini. Sehingga fungsi dari finial ( ujung runcing ) ini untuk memudahkan terjadi konduksi dengan petir, sehingga petir lebih mudah menyambar sekaligus untuk membuang muatan listrik petir ini.

Secara Mekanik : fungsi dari finial ( ujung runcing ) ini, terutama jika dipasang di bagian depan, adalah untuk menerobos kepadatan udara, sehingga secara aerodinamis, udara yang menghalangi bodi pesawat akan bergerak menyusuri tepi-tepi bodi pesawat setelah diterobos oleh finial. Coba bayangkan, betapa diperlukaan kekuatan dorong yang sangat besar, kalau muka pesawat ini dibikin kotak atau empat persegi ?

Lebih deatilnya bisa lihat disini. Sambaran Petir pada Pesawat.

Silahkan jika anda akan menambahkan, mengoreksi atau merevisi.

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita.

Tagged with , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar