Skip to content


Manfaat Petir pada Pertumbuhan Jamur

Pengantar.

Tulisan ini dicopypaste dari sumber :

http://www.facebook.com/notes/kajian-teknologi-islam/b34-petir-dan-perkembang-biakan-jamur/429881925680#!/notes.php?id=35150804948

Semoga menambah wawasan para pembaca sekalian, mengenai manfaat petir. Informasi tentang manfaat petir sudah saya tuliskan pada tulisan saya terdahulu.

Petir merupakan pelepasan listrik di atmosfer yang diawali dengan kilat (percikan listrik) disertai dengan guntur (suara gemuruh), yang biasanya berlangsung selama badai, dan kadang selama letusan gunung berapi atau badai debu. Dalam proses terjadinya petir di atmosfer, kilat dapat bergerak pada kecepatan sebesar 60.000 m/s (130,000 mph), dan dapat mencapai suhu mendekati 30.000 °C (54.000 °F), cukup panas untuk melelehkan pasir silika menjadi gelas yang disebut filgurit dan dapat menembus jarak tertentu ke dalam tanah. Di dunia terjadi badai petir sampai 16 juta kali per tahunnya (Wikipedia)

Bgaimana sampai terjadi percikan awal listrik masih diperdebatkan oleh para ulama walau penyebab secara umum berupa antara lain pertemuan antara awan bermuatan positif dan awan bermuatan negatif sudah bisa diterima dan dibuktikan secara luas.

Petir dalam Islam

Ada tiga istilah untuk kilatan petir dan geledek yaitu ar ro’du, ash showa’iq dan al barq. Ar ro’du adalah istilah untuk suara petir atau geledek yang lebih lazim disebut guruh dan menjadi nama untuk surat ke-13 yaitu Ar Rad.
Ash showa’iq dan al barq adalah istilah untuk kilatan petir, yaitu cahaya yang muncul beberapa saat sebelum adanya suara petir. (Rosysyul Barod Syarh Al Adab Al Mufrod, Dr. Muhammad Luqman As Salafi, hal. 381, Dar Ad Da’i, cetakan pertama, Jumadil Ula, 1426 H)

Ulama Ibnu Taimiyyah mengatakan, ”Dalam hadits marfu’ pada riwayat At Tirmidzi dan selainnya, Nabi SAW pernah ditanya tentang ar ro’du, lalu beliau SAW menjawab,
”Ar ro’du adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah.” (HR. Tirmidzi no. 3117)

Ali bin Abu Thalib KWH pernah ditanya mengenai ar ro’du. Beliau menjawab, ”Ar ro’du adalah malaikat. Beliau ditanya pula mengenai al barq. Beliau menjawab, ”Al barq (kilatan petir) itu adalah pengoyak di tangannya.”

Dalam riwayat lain dari Ali juga,” Al barq itu adalah pengoyak dari logam di tangannya”.”
(Majmu’ Al Fatawa, 24/263-264)

Kita lihat pada surat Ar Rad 13:13:

Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya.

Adakah manfaat petir?

Kita lihat firman Allah berikut ini:

Ar Rad 13:17: Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

Perhatikan kata-kata adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi dan perhatikan bahwa dalam definisi petir di atas, petir terkadang menghunjam masih sampai ke dalam tanah.

Ternyata jawabannya terbuka di abad ini.

Jamur yang dikembangbiakan

Jepang adalah negara yang banyak memproduksi jamur sebagai makanan diet penunjang kesehatan mereka. Kebutuhan mereka akan jamur mencapai 50.000 ton per tahun. Beberapa cerita rakyat menyatakan bahwa jamur akan berkembang lebih pesat jika tersambar petir. Peneliti mereka dari Universitas Iwate Jepang telah menemukan bahwa pendapat itu adalah benar setelah melakukan penelitian selama 4 tahun.

Percobaan telah dilakukan dan menunjukkan hasil bahwa 8-10 jenis jamur menunjukkan reaksi yang positif pada percobaan yang menirukan efek petir (petir buatan), dengan kenaikan pertumbuhan mencapai kenaikan mencapai 80%)
Percobaan dilakukan oleh ilmuwan Jepang dengan menerapkan listrik tegangan tinggi yang menirukan listrik pada petir. Untuk mencegah hangusnya jamur, maka efek tersebut diperingan dengan memperbanyak jamur yang dikenai efek tersebut. Ini mungkin menjawab mengapa kebanyakan jamur beracun tumbuh menyendiri dan sebaliknya pada jamur yang dapat dimakan.

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita.

Tagged with , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar