Skip to content


Ketika Petir Menyambar Tower BTS

Sumber tulisan : Didiet (http://cingciripit.wordpress.com/2008/04/10/ketika-petir-menyambar-tower-bts/)

Tulisan ini sebenarnya adalah email kiriman dari seorang teman yang bekerja di sebuah operator telepon seluler di Bandung. Beberapa perubahan dan penghilangan pada kata dan kalimat sengaja dilakukan menjaga kerahasiaan operator, lokasi kejadian dan warga penggugat.

bts-towerSekitar bulan lalu, salah satu tower BTS sebuah operator telepon seluler di Bandung terkena sambaran petir. Alarm yang muncul di OMC sudah dapat teratasi dengan correctivenes dari team network. Yang menjadi bulan-bulanan sampai detik ini adalah, adanya masalah community complain, yang mengklaim bahwa petir yang menyambar tower BTS tersebut mengakibatkan beberapa peralatan elektronik milik warga rusak. Setelah melalui pembicaraan yang berkepanjangan dengan warga, akhirnya disepakati, akan diadakan investigasi serius untuk masalah ini. Yang memperkuat klaim ini adalah adanya seorang warga yang menjadi saksi saat itu, melihat petir berturut-turut merambat ke seluruh rumah warga. Sejak saat itu, peralatan elektronik milik warga banyak yang rusak.

Untuk menangani hal ini, sebuah tim dari operator tersebut bekerja untuk menginvestigasi penyebab kerusakan. Anehnya, tempat tinggal warga yang juga site keeper BTS ini, tidak mengalami kerusakan apapun pada peralatan elektroniknya, bahkan, site keeper ini jadi tujuan kemarahan warga saat itu.

Setelah sepakat, warga dan tim dari operator setuju untuk mendatangkan tim teknisi untuk memeriksa peralatan yang rusak. Saat itu juga, warga membuat daftar peralatan siapa saja yang rusak, dan teknisi tersebut memang membenarkan kerusakannya. Namun, sayangnya, teknisi ini tidak dapat memberi kepastian, apakah alat-alat ini rusak karena efek petir atau memang sudah rusak sebelumnya.

Saat dimeetingkan pada hari Selasa, 8 april 2008 yang lalu, kami sangat kaget dengan list yang di serahkan warga. Terdapat 20 orang yang mengklaim peralatan elektroniknya rusak, seperti radio, TV, charger HP, lampu, bahkan hingga dispenser ada pada list tersebut. Sampai, ada klaim dari seorang warga yang kakinya terluka gara-gara petir ini, dan mengklaim sebesar 150ribu untuk perawatannya. Juga sebuah salon yang mengklaim seluruh peralatannya rusak karena petir ini.

Dari pihak operator, sangat mungkin untuk mengganti semua klaim, namun, yang harus divalidkan adalah kebenaran penyebabnya. Sampai hari ini pun solusi masih belum selesai. Operator memutuskan untuk membawa pihak asuransi internal untuk menginvestigasi hal ini bersama-sama dengan perwakilan warga.

petir-btsSebenarnya, permasalahan BTS kena petir itu sudah biasa, karena faktor cuaca yang memungkinkan terjadinya banyak petir dan bukankah petir selalu mencari jalan untuk menyentuh permukaan bumi ?. Yang tidak biasanya adalah ketika petir menyambar tower BTS kemudian menyebabkan kerusakan peralatan elektronik di rumah-rumah warga sekitar BTS. Apa ada yang bisa membuat analisa kejadian seperti ini ?

***

Jika gugatan warga ini akhirnya dipenuhi oleh pihak operator, nampaknya warga-warga di atas tadi layak mendapatkan Stella Award, sebuah penghargaan untuk gugatan terkonyol, terutama untuk warga yang menggugat klaim biaya perawatan kakinya :lol: Sayang, Stella Award ini hanya berlaku untuk gugatan hukum di Amerika Serikat saja. Barangkali ada yang ingin membuat list gugatan terkonyol di Indonesia, bisa dimulai dengan gugatan di atas tadi (atau sudah ada ya list-nya ?).

~Gundala Putra Petir~

Share on Facebook
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • Blogplay

Posted in Berita.

Tagged with , .


41 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. abdul SYAKUR says

    Dijawab oleh SUTAN pada Kamis, 15-Mei-2008 pukul 11:59 am

    Penjelasan mengenai kerusakan yang terjadi di sekitar area BTS oleh sambaran Petir sebenarnya sederhana sekali.
    Saya berani meng-klaim bahwa 99% kerusakan yang terjadi di rumah warga memang diakibatkan oleh sambaran petir yang menghantam TOwer BTS.
    Analisa teknisnya begini :
    -Tinggi Tower minimal 42 m, seblum ada tower ketinggial max dari area tersebut paling 8 m ( rumah 2 tingkat ). Sehingga ketika ada Petir pada area tersebut, katakanlah 10 KA. Berdasarkan rumus Golde
    dan Rolling Spare Theory, jarak sambaran petir kurang lebih 50 m. Jadi besar kemungkinan yang tersambar petir pada area tersebut adalah Tower
    -Material Tower pasti Metal.
    Ketika terjadi badai petir, semua material yang ada di bumi mengalami suatu proses yang disebut ionisasi ( berkumpulnya ion2 positif bumi pada bagian ujung sebuah material/melingkupi material). Dan material dengan bahan metal dengan konduktifitas tinggi serta bentuk tower yang mendukung high ionization, menyebabakan probabilitas tersambarnya tower akan semakin tinggi

    Ketikan petir menyambar Tower, effek2 petir yang akan terjadi adalah :
    - Sambaran langsung ( direct Striking ). Mengingat kontruksi dan kekuatan materila Tower, bisa dipastikan secara fisik tidak akan berpengruh apa2 terhadap Tower
    -Sambaran tidak langsung
    1. Galvanic Coupling ( Sambungan oleh Tanah )
    Pada saat petir menyambar, arus petir akan masuk ke bumi dan akan menyebabkan yang namanya GPR ( Ground Potential Rising ) atau kita kenal sebagai Kenaikan Tegangan Tanah. Luasnya cakupan GPR mencapai i km dari titik sambaran. Semakin dekat dengan titik sambaran GPR akan semakin besar
    Perangakat di dalam Shelter tidak mengalami keruskan karena telah memiliki Sistem Proteksi Petir ( Integrasi Grounding, Arrester, dll). Bagaimana dengan rumah/bangunan disekitar Tower ???
    2. Inductive Coupling
    Pada saat sambaran petir mengenai tower makan akan timbul medan elektromagnetic dengan kerapatan yang cukup tinggi. Dan akan menginduksi semua material dalam radius 1 km persegi. Lagi2 shelter tidak mengalami kerusakan karean susdah ada Arrester Pemotong tegangan. Bagaimana dengan kabel PLN, antena TV dan kabel telpon disekitar BTS?
    3. kapasitif Coupling
    Besrnya muatan petir yang mengenai tower menyebabkan terjadinya potentian diference anatara Tower dengan material disekelilingnya. Yang akan menyebabkan terjadinya loncatan energi ( discharge ). Kenapa material yang berada didlam BTS tidak apa2? Karean semua material yang ada didalam BTS telah ter-bonding (terikat)/terintegrasi satu sama lain. Mulai dari pagar,shelter,pintu shelter,rangka shelter, tower, tiang lampu. tiang listrik. Jadi jelas tidak ada beda potensial didalam BTS. Tapi bgaimana dengan material/orang diluar area BTS.

    Best Regard

    Sutan

  2. kanfa gunawan says

    kepada yth pak abdul

    maaf saya kehilangan kontak no telp hp bpk sehingga saya baru dpt cari website bpk utk menanyakan lebih lanjut masalah pembicaraan kita bagaimana tolong hub saya 021 93396798
    hormat saya gunawan

  3. bayu putranto says

    kepada yth Pak Syakur

    saya bekerja di salah satu perusahaan penyedia menara.
    mohon diberikan arahan tentang “sambaran petir dan cara pencegahannya” sehingga saya dapat meyakinkan kepada warga apabila memberikan sosialisasi kepada warga di sekitar menara

    matur nuwun
    bayu

  4. Deni says

    Saya ingin menaggapi tanggapan Pak Sutan.

    Pak Sutan,
    Saya tertarik dengan penjelasan Bpk.
    Yang saya heran, dalam instalasi grounding tower sudah ada penghantar Arus Petir, dimana petir yang menyambar tower pasti akan di salurkan ke dalam tanah. Terdapat plat tembaga berukuran cukup yang di tanam dalam tanah untuk membuang arus petir ini.
    Maka seharusnya kerusakan elektronik warga seharusnya tidak berasal dari tower itu sendiri.
    Jika ada kerusakan elektronik warga di sekitar tower, maka menurut saya ini disebabkan oleh arus petir yang berasal bukan dari tower, melainkan dari jaringan yang lain, bisa dari jaringan PLN.
    Hal ini diperkuat dengan tidak semua warga yang mengalami kerusakan elektronik. Bukankah seperti itu?

    Mohon diskusinya.
    Terimakasih.

    Salam,
    Deni

  5. Nuroji says

    Assalamualaikum wr wb

    Pak, mau nanya kalo BTS dibangun di perkampungan padat penduduk bahaya ndak.

    terima kasih.

    Wassalam

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ’0 which is not a hashcash value.

  6. abdul SYAKUR says

    Yth.
    1. Bapak Nuroji
    2. Bapak Bayu
    3. Bapak Deni

    ‘Alaikum salam Wr. Wb.

    BTS dibangun diperkampungan padat penduduk, itu berbahaya, terutama resiko terkena induksi sambaran petir.
    Bisa dibayangkan, meskipun sambaran petir hanya berupa induksi ( yaitu sambaran tidak langsung ), namun karena masih memiliki orde ribuan Volt, maka tegangan induksi sambaran petir juga masih berpengaruh terhadap piranti yang bekerja pada orde Volt atau milivolt, contohnya komputer, leptop, televisi, radion dan piranti lain.

    Induksi petir ini sampai ke rumah dan ke piranti elektronik ini melalui kopling galvanis, kopling induktif dan kopling kapasitif, sebagaimana dijelaskan sebagai berikut :

    1. Galvanic Coupling/Kopling Galvanis ( Sambungan oleh Tanah )
    Pada saat petir menyambar, arus petir akan masuk ke bumi dan akan menyebabkan Kenaikan Tegangan Tanah ( Ground Potential Rising =GPR). Luas cakupan GPR mencapai 1 km dari titik sambaran. Semakin dekat dengan titik sambaran, GPR akan semakin besar
    Perangakat di dalam BTS tidak mengalami kerusakan karena telah memiliki Sistem Proteksi Petir ( Integrasi Grounding, Arrester, dll).
    Bagaimana dengan rumah/bangunan disekitar Tower BTS ?

    2. Inductive Coupling/Kopling Induktif
    Pada saat sambaran petir mengenai tower BTS, maka akan timbul medan elektromagnetik dengan kerapatan yang cukup tinggi. Dan akan menginduksi semua material dalam radius 1 km persegi. Lagi2 shelter tidak mengalami kerusakan karena sudah ada Arrester pemotong tegangan.
    Bagaimana dengan kabel PLN, antena TV dan kabel telpon disekitar BTS?

    3. Capasitive Coupling / Kopling Kapasitif
    Besarnya muatan petir yang mengenai tower BTS menyebabkan terjadinya perbedaan potensial antara Tower BTS dengan material disekelilingnya, yang akan menyebabkan terjadinya loncatan energi ( discharge ).
    Mengapa material yang berada di dalam BTS tidak apa-apa? Karena semua material yang ada didalam BTS telah ter-bonding (terikat)/terintegrasi satu sama lain. Mulai dari pagar,shelter,pintu shelter,rangka shelter, tower, tiang lampu. tiang listrik. Jadi jelas tidak ada beda potensial didalam BTS.
    Tapi bagaimana dengan material/orang diluar area BTS ?

    Itulah beberapa bahaya yang mungkin terjadi, pada saat ada sambaran petir mengenai Tower BTS.
    Sudah sewajarnya, jika pemilik BTS akan melindungi/memproteksi shelter, dan semua perlengkapan/peralatan yang berada di dalam batas pagar BRC.

    Tapi apakah penduduk juga melakukan hal yang sama untuk melindungi/memproteksi piranti elektroniknya dari sambaran petir tidak langsung ini ?
    Sejauh yang saya ketahui, pemilik BTS tidak memasang sistem proteksi eksternal dan internal bagi para penduduk di sekitar menara BTS.

    Bagaimana memberikan arahan kepada penduduk tentang bahaya petir dan cara pencegahannya ?
    Secara ilmiah, bisa dijelaskan bahwa kehadiran BTS di suatu tempat, akan meningkatkan angka jumlah sambaran petir di tempat tersebut. Sehingga, frekuensi sambaran petir di sekitar menara akan meningkat, dibandingkan sebelum ada tower BTS.
    Maka, usaha yang dilakukan oleh pemilik tower BTS, selain memproteksi peralatan milik sendiri yang berada dalam kawasan di dalam pagar, juga diberikan proteksi eksternal dan internal di rumah-rumah sekitar tower BTS.
    Maksudnya, agar peralatan-peralatan listrik di rumah aman, terutama aman dari sambaran petir tidak langsung / sambaran induksi.

    Semoga bermanfaat.

    Salam.

  7. Agus says

    Yth Pak Abdulsyakur

    ada kejadian petir menyambar tiang kwh yg tingginya 4m dr tanah hingga kwh panel gosong. Tapi tower, shelter, tiang kwh lain yang ada di site tsb tdk mengalami masalah apapun. Kejadian ini sdh 2x dalam waktu 1 thn.

    Apa solusi nya ? Apakah perlu dipasang 1 tombak penangkal petir lagi utk di atas tiang kwh panel dan diground ke copperplate ?

    Terimakasih

  8. Dody says

    Sekedar sharing, Saya bekerja sebagai Engineer di kontraktor telekomunikasi, menurut analisa saya kejadian tersebut tidak akan terjadi jika kabel penangkal petir yang menghubungkan dari penangkal petir yang ada diatas tower menuju ke BUSBAR yang langsung menuju ke tanah dalam kondisi normal ( dlm arti hambatan dari grounding tersebut <= 0.1Ohm ) selama ini saya mengamati banyak site2 BTS terutama Kabel grounding baik itu untuk penangkal petir, Kabel Grounding untuk kabel Feeder dan kabel grounding yg conect ke tower terputus (biasanya karena kabel yg berupa kabel tembaga sering di curi ) jadi semua kabel grounding termasuk penangkal petir yg menuju master Grouding BOX terputus sehingga pada saat terjadi sambaran petir aliran listrik yg disebabkan oelh petir seharusnya langsung menuju ke tanah ( ground ) terpancarkan / terpantulkan ke area sekitar tower .

    Semoga Bermanfaat

  9. indra says

    besar induktansi menaranya berapa pak(rumusnya)

  10. Irdam says

    Yth. Bp. Abdul Syakur,
    Apakah salah satu cara untuk melindungi isi rumah dari sambaran langsung atau tidak langsung oleh petir dengan menggunakan rangka atap rumah dari bahan logam/baja ringan, sehingga membentuk sangkar Farraday?
    Terima kasih

  11. abdul SYAKUR says

    Yth. Bpk Irdam Adil.

    Benar bapak, untuk melindungi isi rumah dari sambaran petir langsung atau tidak langsung salah satunya dengan memasang sistem penyalur petir (SPP, Sistem Proteksi Petir ) baik yang internal ( menggunakan arrester ) ataupun eksternal ( menggunakan metode sangkar faraday, lalu diketanahkan dengan nilai tahanan yang rendah ).
    Semua peralatan tersebut, sekarang sudah tersedia dipasaran, mudah ditemui dan mudah dicari.
    Semoga dengan memasang SPP tersebut, seperti kerangka baja, dan diketanahkan, maka akan mempermudah bagi arus petir untuk mengalir ke tanah, tanpa merusak peralatan yang ada di dalam rumah.

    Salam.

  12. joko says

    Sory gw baru baca berita ini,
    saya mau tanya emang kedalaman berapa meter Busbar Utama tower ditempetkan?
    biasa saya denger itu kedalaman 7-8meter dibawah permukaan tanah,dan biasa ketinggian tower itu 50mtr,Sedangkan klo diatas 50mtr??
    itu kedalaman berapa meter??
    thx

  13. sutan says

    Dear All,

    Ternyata ramai juga diskusinya. Sudah lama tidak mengunjungi Blog Mas Syakur.

    Sebelumnya mohon maaf apabila analisa saya menyinggung teman2 yang sudah berpengalaman di Bisnis Telekomunikasi, utamanya pembagunan dan maintenance BTS.

    Analisa yang saya jelaskan diawal memang masih sangat bisa diperdebatkan. Karna memang hal itulah yang saya inginkan dari diskusi ini.

    So, mari kita sama2 bahas lebih dalam lagi, bagimana desain Sistem Proteksi Petir yang memadai untuk diimplementasikan pada Struktur BTS.
    %0

  14. SutanRafnil says

    Dear All,

    Ternyata ramai juga diskusinya. Sudah lama tidak mengunjungi Blog Mas Syukur.

    Sebelumnya mohon maaf apabila analisa saya menyinggung teman2 yang sudah berpengalaman di Bisnis Telekomunikasi, utamanya pembagunan dan maintenance BTS.

    Analisa yang saya jelaskan diawal memang masih sangat bisa diperdebatkan. Karna memang hal itulah yang saya inginkan dari diskusi ini.

    So, mari kita sama2 bahas lebih dalam lagi, bagimana desain Sistem Proteksi Petir yang memadai untuk diimplementasikan pada Struktur BTS.

    tapi sebelumnya ada beberapa hal yang mesti saya tegaskan disini :
    1. Bahwa Indonesia telah memiliki SNI untuk Sistem Proteksi Petir, yaitu SNI 7015-2004. Bisa di DL disini http://dl.dropbox.com/u/20964848/SNI%2003-7015-2004.pdf
    Yang bisa kita jadikan referensi utama dalam men-desain sebuah Sistem Proteksi Petir.
    2. Untuk menambah refersensi Installation Standard kita juga bisa menggunakan American Standard for Lightning Protection System, NFPA 780-2006. Yang lebih applicable.
    3. Bahwa Sistem Proteksi Petir, pada prinsipnya terbagi dalam 2 bagian, yaitu Sistem Proteksi Petir Eksternal dan Internal.

    Perlu kita ketahui bahwa, Proteksi Eksternal hanya ditujukan untuk menghindari bangunan/struktur dari sambaran petir LANGSUNG. Dan beberapa standard (IEC,SNI dan NFPA) merekomendasikan, untuk struktur berbahan logam seperti tower/tangki. Boleh tersambar langsung, asal memiliki ketebalan material lebih dari 4 mm. Dan struktur logamnya juga kita boleh dimanfaatkan sebagai Down Conductor.

    Mengapa?
    1. Berdasarkan perhitungan titik leleh material dibandingkan dengan energi panas yang ditimbulkan oleh sambaran Petir Langsung. Material Logam(Besi,Tembaga,Alumunium), masih mampu untuk menahannya. Disamping berdasarkan Rolling Sphere Method, petir juga memang memiliki probabilitas untuk menyambar dari samping. Bukan menyambar titik tertinggi dari bangunan. ini kita kenal sebagi Side Flash.
    2. Pemanfaatan Body Tower sebagai Down Conductor didaarkan pada perhitungan besaran Impedansi Tower secara keseluruhan. Jujur saja, kalau kita hitung, Body Tower secara keseluruhan, memiliki Impedansi yang jauh lebih kecil dibandingan dengan Kabel tembaga berukuran 50-70 mm2. Sehingga secara natural, sebenarnya, porsi terbesar dari Energi/Arus Petir, mengalir melalui Body Tower, bukan Down Conductor Konvesional (NYA 50,BC 50,NYY 50 mm2).
    Ditambah lagi, entah karena sudah kebiasaan atau memang kita malas membaca Standard. Down Conductor Konvensionl yang terpasang di Tower, hanya menggunakan satu kabel. Padahal Standard mensyaratkan, minimal 2 kabel Down Conductor.
    3. Sebenarnya yang menjadi concern dalam men-desain Sistem Proteksi Petir pada Tower adalah GROUNDING/EARTHING. Dalam mendesain Sistem Grounding, para engineer BTS, hanya berpatokan pada Standard yang dikeluarkan oleh Telkom, untuk desain Grounding Tower mereka. Hampir tidak ada acuan Technical Standard, baik Nasional maupun Internasional. Ditambah lagi dengan adanya, “Virus Nilai Resistansi”

    Disemua Standard, grounding dibuat bertujuan UTAMA adalah untuk Human Safety. Technically, yang ingin dicapai dari sebuah desain Sistem Grounding adalah bagimana cara mendapatka Nilai Tegangan Langkah (Step Voltage) dan Tegangan Sentuh (Touch Voltage) yang aman pada area Grounding. Sehingga ketika terjadi current fault (Short Circuit/Lightning Stroke Current), tegangan langkah/sentuh yang timbul tidak membahayakan, baik bagi manusia maupun perangkat.

    Sederhanya, Grounding yang baik adalah Grounding yang memiliki area cakupan (Volum metric Coverage) yang luas dan terintegrasi. Konfigurasinya bisa berbentuk Mesh, Ring ataupun Radial. Dengan penggunaan material,jenis dan ukuran, sesuai dengan Standard. Untuk lebih detailnya mungkin bisa di baca referensi Standard Sistem Grounding untuk Sub-Station ( IEEE 80-2000) (Untuk yang berminat bisa kirim email ke saya dan akan saya berikan Link DL-nya)

    Jadi, mengenai “Virus Nilai Resistansi”, mohon untuk sedikit demi sedikit kita singkirkan. Karena apa, Nilai resistansi yang rendah, tidak mutlak menurunkan besaran Tegangan Langkah dan Tegangan Sentuh. Kalo tidak percaya bolehlah sekali-kali diliat Standard IEC 62305-3(Protection Against Lightning). Kita bisa liat disitu, berapa besaran Nilai Resistansi yang masih di rekomendasikan. Dan apa point utama dari Grounding yang BAIK dan BENAR.

    Mungki cukup segini dulu ngalor-ngidul dari saya. Mohon maaf apabila terlalu mengurui.

    Sincerely yours,

    Sutan

  15. erwindo says

    kenapa ya petir sering membuat TRIP MCB ?

  16. abdul SYAKUR says

    Petir sering membuat MCB Trip, karena petir menimbulkan lonjakan arus sesaat yang disebut dengan Impuls. Petir memiliki impuls tegangan dan impuls arus. Jika lonjakan arus ini melebihi batas kemampuan MCB, maka MCB akan trip.

  17. umi khafsoh says

    pak di belakang rumah kami mau didirikan tower bts,kami tidak setuju…sebenarnya mekanisme pendirian tower itu seperti apa sih pak…?tolong saya di beri tau radiusnya kira15 m dari rumah kami dan padat penduduk tolong pak…saya sudah maju kekantor camat tapi kok tetap ya mau berdiri dan tolong terangkan secara rinci bahayanya…?boleh ga pak beberapa argument bapak saya ambil sebagai penguat kami…

  18. abdul SYAKUR says

    Kalau tanya prosedur pendirian BTS, detailnya saya kurang paham. Tentu saja, pihak yang akan mendirikan BTS pastinya mengajukan ijin pendirian BTS, mendapat persetujuan dari warga di sekitar dimana BTS akan didirikan dan tentu juga akan menyewa tanah atau membeli tanah yang akan digunakan untuk mendirikan tower BTS tersebut.

    Kalau jarak rumah dengan BTS sekitar 15 meter, tinggi BTS (anggap sampai 70 meter), tentu rumah tersebut akan aman dari sambaran petir secara langsung. Namun demikian, akan rawan terhadap pengaruh atau induksi sambaran petirnya. Untuk mengatasi pengaruh atau adanya induksi sambaran petir, harus dibuat sistem pengetanahan (grounding) yang baik.
    Coba baca artikel saya di alamat web berikut, (yang sudah dimuat di Suara Merdeka).
    http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/01/31/135780/Petir-di-Sekitar-Menara-BTS

    Semoga bermanfaat.

  19. Suherman says

    Menurut saya sich simpel saja, jika tower BTS itu benar benar bagus sistim proteksi petirnya pasti tidak ada induksi yang ditimbulkan dan induksi tersebut lompat kemana mana yang mengakibatkan kerusakan peralatan di rumah rumah warga.
    secara umum petir selalu menghajar di tempat tempat yang tinggi apalagi tower, biasanya belum ada tower berdiri bisa dipastikan sambaran petir tidak pernah terjadi namun setelah tower berdiri banyak sekali masalah masalah yang ditimbulkan dari petir, disitu bisa kita simpulkan bahwa setelah ada towerlah menjadi banyak sambaran petir. Untuk itu jika downconductor (Kabel Penyalur) itu cukup untuk mengirim (mentransfer) besaran petir yang diterima dia tidak akan antri dan antrinya itu akan lompat kemana mana itu yang dinamakan induksi. Memang ada sepecial kabel untuk penangkal petir (Lightning Protection Special Cable) harganya cukup mahal, tetapi memang cukup oke untuk menyalurkan power petir dan hampir tidak ada induksi apa bila dilalui arus yang ditimbulkan akibat petir nama dari kabel tersebut adalah 2X35mm Coaxial Cable Double sheiled and double armored kabel tersebut jarang sekali di gunakan di tower tower mungkin karena harganya yang cukup mahal. Demikian semoga bermanfaat.

  20. moes says

    Bagaimana cara mengurus asuransi bagi orang-orang yang tinggal di sekitar tower BTS?

  21. Warlie Triwirajati says

    Pak Syakur ..mana yang benar sih jarak aman menara dengan rumah terdekat :
    1. 2 * Tinggi Menara Pangkat 1.09 atau

    2. h1 d (h2 = 5 m) d (h2 =10 m)

    ditunggu hari ini juga jawabannya , kalau bisa via Hp.081910242824….urgent banget…
    matur nuwun

  22. abdul SYAKUR says

    Jarak aman menara dengan rumah terdekat : h1 d (h2=5m) d (h2=10m).

  23. yorgi says

    Dear Pak Syakur
    Saya berkerja di perusahan General Asuransi, dimana banyak klaim CGL lightning terhadap pihak ketiga dari BTS, dimana pihak ketiga ini adalah alat2 elektronik yang rusak yang diakibatkan dari BTS yang tersambar petir. yang ingin saya tanyakan,
    1.Mohon untuk dapat dijelaskan ketentuan-ketentuan apa saja dalam perancangan pembuatan BTS dan SPP yang benar sehingga tidak terjadi kejadian sambaran petir mengenai rumah di area lokasi BTS tersebut.
    2. Apakah ini merupakan kesalahan dari pihak BTS, jika BTS dan SPP di bangun sesuai dengan Ketentuan yang berlaku (SNI).

    Demikian yang dapat saya sampaikan dan terima kasih
    Salam Yorgi

  24. abdul SYAKUR says

    Sabar ya Pak Yorgi, belum bisa saya jawab langsung pertanyaan Bapak, saya carikan literaturnya dulu.
    Sementara saya jawab itu dulu sambil saya pelajari lagi.

  25. putra says

    pak syakur bisa minta tolong saya diberitahu untuk sistem grounding yang baik dan benar untuk BTS. terima kasih

  26. Widy says

    Dear Pak Abdul,

    terus solusi pemasangan proteksi eksternal dan internal untuk penduduk di sekitar tower berupa apa pak?mohon penjelasannya

    terima kasih
    WIDY

  27. abdul SYAKUR says

    Pak Widy

    Pemasangan proteksi eksternal yaitu dengan memasang sistem proteksi petir, sebagaimana tampak di gedung-gedung atau rumah, yang ada bagian lancip di atap rumah, kemudian ada line conductor yang turun ke bawah dan dihubungkan dengan sistem pengetanaha yang baik.

    Pemasangan proteksi internal yaitu dengan memasang arrester di tempat alat yang akan dilindungi. Sekarang Arrester sudah banyak dijual di pasaran, dengan berbagai merk.

  28. Ruddy says

    Dear Pak Syakur,
    Mhn info berapa besar tahanan grounding yang standard utk proteksi petir eksternal dan ptoteksi internal untuk BTS ? Krn ada info yg mengatakan bhw besar earth resistance atau besaran tahanan grounding untuk ODU = 3 ohm maks. dan IDU = 1 ohm, apakah benar demikian ?
    Mohon bantuan infonya pak. Tks.

  29. Adi Mahmud says

    Maaf nih pak Abdul Syakur..
    Kalo saya baca ulasan bapak tentang bahaya BTS itu ternyata banyak sekali ya. Sehingga bagi orang awam seperti saya efeknya kok jadi ngeri dan takut sekali dengan adanya BTS dilingkungan tempat tinggal saya. Tapi yg jadi pertanyaan,kenapa tekhnologi itu bisa di izinkan utk tetap boleh di bangun..?? Apakah para ahli yang berkompeten dibidang ini tidak memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan..?? Dan setau saya jika BTS itu tidak dibangun tentu kita tidak bisa menikmati fasilitas ber HP ria dong..internetan dsb yang menggunakan fasilitas tekhnologi GSM yg media nya adalah BTS. Kalo ternyata lebih banyak Mudharat nya daripada manfaat nya, ayooo sama-sama kita buat gerakan rubuh kan semua BTS-BTS yang ada,dan kita gunakan lagi fasilitas surat menyurat melalui Pos seperti dulu lagi utk bisa saling berkomunikasi dengan sanak saudara yg jauh-jauh. Krn lebih aman dan gak takut kena petir lagi…:) SALAM

  30. abdul SYAKUR says

    Mas Adi Mahmud
    Teknologi BTS ada banyak manfaatnya, karena berfungsi untuk meningkatkan sarana komunikasi jarak jauh, juga untuk kemudahan dalam akses internet.
    Lokasi yang berdekatan dengan BTS, memperoleh sinyal yang kuat, dan akses internet yang mudah.
    Namun demikian, pendirian suatu menara BTS harus memperhatikan akibat yang ditimbulkannya misalnya meningkatnya intensitas sambaran petir di lokasi yang berdekatan dengan menara BTS.
    Pihak pemilik menara BTS pasti sudah mengetahui akan akibat sambaran petir ini, sehingga melengkapi BTS dengan sistem proteksi eksternal dan internal dengan sangat baik. Sehingga meskipun banyak sambaran petir mengenai menara BTS, peralatan yang ada di bodi menara hingga yang berada di bawahnya tetap terlindungi dengan baik. Permasalahannya adalah jika lokasi di sekitar menara BTS, tidak dilengkapi dengan sistem proteksi petir yang baik, bisa terkena efek tegangan induksi petir. Ada baiknya, gedung-gedung di sekitar menara BTS, juga dilengkapi dengan sistem proteksi yang baik. Sehingga resiko terkena sambaran induksi petir menjadi sangat kecil.

    Jadi, tidak perlu membuat gerakan untuk merobohkan menara BTS, namun lebih baik gerakan untuk melengkapi sarana perlindungan di gedung atau rumah di sekitar menara BTS, agar aman dari sambaran induksi petir..

    Salam.

  31. Anindito says

    Pak syakur dan rekan2 kawan2 sekalian,

    Mohon masukkannya, ditempat saya rencananya akan dibangun bts, dengan ketinggian 31 m dan jarak ke rumah paling dekat sekitar 8 m.
    Mohon pencerahannya untuk :
    1. Apakah jarak tersebut sudah aman atau sudah sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku?
    2. Apa saja regulasi pemerintah yang mengatur pembangunan bts?
    3. Apa saja perijinan yang harus dipenuhi oleh kontraktor atau pemilik tower?

    Mohon bantuannya pak syakur dan teman2 sekalian.

    Terimakasih.

  32. abdul SYAKUR says

    Mas Anindito
    Mohon maaf kalau belum bisa menjawab pertanyaan tersebut, tapi ini saya copykan informasi sekiranya ada gunanya.

    VIVAnews — Akhirnya surat keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Menteri Kominfo dan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal tentang pembangunan dan penggunaan menara telekomunikasi, disahkan hari ini.

    Oleh karenanya, regulator telekomunikasi mengharapkan semua pihak menghormati surat keputusan tersebut.

    “SKB ini memang begitu dinantikan. Kita harapkan ini menjadi acuan pemerintah pusat, BKPM, dan Pemda dalam implementasi menara bersama,” kata Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi, Rabu 1 April 2009.

    Menurut Heru, pemerintah akan segera melakukan sosialisasi mengenai aturan ini ke daerah-daerah agar tidak terjadi kesalahan penafsiran terhadap aturan baru ini. “Depkominfo, BRTI, dan Direktorat Postel sedang mengatur agenda untuk sosialisasi,” kata Heru.

    Menurut Juru bicara Depkominfo Gatot S Dewabroto mengatakan ada beberapa keunggulan SKB ini bila dibandingkan dengan peraturan Menkominfo No 2 tahun 2008 tentang Menara Bersama.

    “Surat Keputusan ini mengatur pembangunan dan penggunaan menara telekomunikasi baik dari sisi teknis maupun administrasi,” kata Gatot melalui sambungan telepon.

    Gatot memisalkan, bila pada Peraturan Menteri No 2, pemerintah tidak mengatur menara yang didirikan di atas bangunan. Sementara pada SKB yang baru, pasal 13 mengaturnya. “Pemerintah memperbolehkannya antena di atas bangunan hingga setinggi 6 meter,” kata Gatot.

    Selain itu, SKB ini juga menyertakan klausul yang sebelumnya juga ada di Permen Kominfo No 2 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat dalam memberikan izin mendirikan bangunan.

    “Pasal tersebut untuk mengantisipasi terulangnya kasus yang terjadi di Pemda Badung,” kata Gatot. Seperti diberitakan VIVAnews sebelumnya, Pemda Badung Bali melakukan perobohan menara secara sepihak dan menunjuk satu perusahaan untuk melakukan pembangunan menara BTS di wilayah tersebut.

    Sementara Heru mengatakan bahwa pasal tersebut sangat penting mengingat praktek monopoli pengadaan menara akan mempengaruhi tarif yang dikenakan kepada pelanggan. “Bila terjadi monopoli, upaya memberi tarif telekomunikasi kepada masyarakat juga sulit dicapai,” kata Heru.

  33. anindito says

    Pak Syakur,

    mohon bantuannya, didekat rumah bapak saya mau dibangun BTS, jarak antara rumah dengan BTS adalah 7 meter, rencananya ketinggian BTS 31 meter.

    mohon pencerahannya :

    apakah dengan jarak segitu sudah aman dengan melihat dari :
    - radiasi
    - sambaran atau induksi petir
    - kebisingan

    mohon bantuannya pak.

    terimakasih.

    hormat
    dito

  34. arma says

    Kepada pak syakur dan rekan2 sekalian.

    Saya mohon bantuan ny. Beberapa hari yang lalu salah satu perusahaan telekomunikasi menghampiri saya. Mereka ingin membangun tower setinggi lebih kurang 15 meter tepat di halaman depan rumah saya. Tower ini berfungsi untuk membantu kerja tower utama guna menghadapi lonjakan pengguna jasa mereka di tahun baru.. dengan kontrak sewa berdirinya tower selama 3 bulan..

    Apa bila tower berdiri..Jarak antara tower dan bangunan rumah saya hampir tidak ad jarak, adapun sekitaran 1,5 meter.

    Kepada rekan-rekan Saya sangat mohon responnya sebelum pihak perusahaan membicarakan secara details tentang pembangunan tower tersebut.

    Darma: 081266119611 (mohon bantuannya)

  35. abdul SYAKUR says

    Dear Dito
    Didekat rumah akan dibangun BTS dengan jarak 7 meter dari rumah, dan rencana tingginya 31 meter.
    1. Untuk masalah radiasi yang dipancarkan dari BTS, saya tidak bisa memberikan informasi yang memadai, karena itu tergantung dari pola radiasi gelombang yang digunakan, coba konsultasi ke ahli telekomunikasi.
    2. Dengan ketinggian BTS sampai 31 meter, maka minimal dalam radius 60 meter akan aman dari sambaran petir langsung. Namun demikian rentan terhadap induksi petir, oleh karena itu arde yang ada di rumah dipasang dengan baik.
    3. Untuk kebisingan, saya belum tahu apakah di sekitar BTS timbul suara bising ? Kalaupun ada suara, itu ditimbulkan oleh kipas yang berfungsi untuk mendinginkan peralatan yang ada di dalam kotak. Sedangkan kalau suara bising yg ditimbulkan karena adanya sambaran petir ke BTS, sebagaimana kalau kita mendengar suara kilat lalu diikuti suara petir. Untuk hal seperti ini, saya tidak ada datanya, kecuali kalau ada keluhan dari orang2 yang berada di sekitar BTS.

    mohon maaf jika jawaban saya kurang sesuai yang diharapkan.

  36. abdul SYAKUR says

    Bpk Darma,
    Usahakan pemasangan sistem proteksi petir di menara dengan sangat baik, dan jangan menghubungkan apapun ke menara BTS terutama bahan2 konduktor yang dapat menghantarkan arus petir.
    Semoga bisa dicapai kesepakatan yg menguntungkan kedua belah pihak.

  37. kamarta' says

    Kepada Yth. Bapak Abdul Syakur dan Bapk2 yg lainnya…

    Saya mau bertanya. Kalo Untuk Saluran Transmisi 150 Kv,
    Teganagn yg dibaca isolator ketika terjadi sambaran di kawat tanah yaitu sebesar V= k x Vm. Bisa tolong jelaskan mksd dari faktor kopling atau k yg terjadi pak? Dan untuk menghitung lebar bayang-bayang listrik itu untuk apa pak ya???

    Mkash pak…

    By mahasiswa tahap perjuangan akhir

  38. abdul SYAKUR says

    Ysh sdr. Kamarta

    Lebar bayang-bayang listrik menunjukkan daerah di sekitar menara transmisi yang terlindung dari sambaran petir langsung.
    Besar lebar bayang-bayang listrik adalah W = b + 4h^1.09.

  39. pramono says

    Kepada Yth Pak Syakur
    Berapakah jarak aman minimal tower dg rumah?
    Bagaimana jika tepat bersebelahan dg kamar tidur?
    terima kasih
    pramono

  40. firna dian nurani says

    pak tanya rumus I mak yang mengakibatkan lompatan api karena kegagalan perisai apa ya pak
    untuk mencari Xpasa itu dari mana pak
    di fc gak terlalu jelas
    mohon bantuanya pak untuk semesteran
    by firna mhsiswa usm

  41. abdul SYAKUR says

    Yth pak Pramono

    Untuk menghitung jarak aman, ada beberapa faktor yg perlu diperhatikan. yaitu, berapa tinggi antena diletakkan, berapa frekuensi pancar yg digunakan dan berapa daya yang digunakan untuk memancarkan.
    Untuk daya rendah, biasanyan antenaa dipasang pada posisi rendah. Sedangkan untuk daya tinggi, biasanya dipasang pada posisi BTS yg tinggi. Untuk frekuensi yg digunakan ada 2 yatu 900 MW dan 1800 MW.
    Sebaiknya Bapak tanya langsung ke ahli telekomunikasi.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

Comments links could be nofollow free.

Spam Protection by WP-SpamFree


Improve the web with Nofollow Reciprocity.

Switch to our mobile site