Skip to content


Korban SUTET Cek Kesehatan ke RS

  • Mengaku Pusing dan Mual

SUARA MERDEKA, 16 Nopember 2009

LINTAS PANTURA, BREBES – Ratusan warga korban menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) dari enam desa di Kabupaten Brebes menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Dedy Jaya, kemarin.

Pemeriksaan gratis itu dilakukan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, untuk mengetahui dampak radiasi SUTET terhadap kesehatan warga. Sejumlah warga mengaku, keberadaan menara itu sangat meresahkan. Bahkan, saat ini banyak yang mengeluh sakit, seperti kepala pusing dan mual-mual.

Kosim (55), warga Desa Klikiran mengatakan, hampir semua warga yang rumahnya dilalui SUTET mengalami gangguan penyakit. Gangguan yang diduga berasal dari radiasi itu sudah dialami warga sejak proyek dioperasikan lima tahun lalu. ”Penyakit yang dirasakan kami rata-rata pusing dan perut mual,”katanya.

Purwanto (53) warga lain, mengungkapkan, radiasi SUTET tak hanya menimbulkan gangguan penyakit, tetapi juga merusak barang elektronik milik warga. Barang-barang elektronik, seperti televisi, radio dan lainnya cepat sekali rusak.

sutet2Setiap musim hujan warga yang rumahnya berada di bawah SUTET juga waswas. Sebab, kabel kerap mengeluarkan bunyi letupan. Selain itu, tanah atau tembok rumah jika ditempelkan tespen lampunya menyala.

Kondisi demikian membuat warga berharap agar pihak terkait segera merelokasi ke tempat yang lebih aman. “Kalau diminta pindah kami siap,”tandasnya.

Kasubid Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Departemen ESDM, Elidar Bahar mengatakan, kompensasi dan relokasi warga merupakan wewenang PLN.

Pihaknya hanya melakukan pengobatan terhadap warga yang dilalui menara. “Ini kami lakukan sebagai penelitian untuk mengetahui kesehatan warga yang berada di bawah SUTET. Apakah keluhan pusing dan mual-mual itu akibat radiasi atau karena ada faktor lain,”ujarnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis itu, kata dia,  dilakukan terhadap warga di enam desa yang dilalui sutet. Yakni, Desa Klikiran, Kendawa (Kecamatan Jatibarang), Kemukten, Kersana, Limbangan (Kersana) dan Tegalglagah (Bulakamba). Namun, tidak semua warga mendapat kesempatan berobat gratis.

”Kami hanya ambil sampel satu kepala keluarga (KK) dua orang. Totalnya, ada 400 orang yang diperiksa. Program ini sudah berlangsung 4 kali, dan direncanakan hingga 5 kali,” terangnya.

Catatan dari saya :

1. Keluhan yang dialami oleh warga yang tinggal dibawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi SUTET lebih disebabkan karena faktor ketidaknyamanan dan rasa gelisah yang berkepanjangan.  Gelisah bila suatu waktu kawat putus, gelisah karena temboknya saat ditespen menyala. Pemberian informasi yang memadai dari pihak PLN dan Bagian Kesehatan, sangatlah penting bagi warga yang tinggal dibawah SUTET.

menara-roboh2. Tentang bunyi letupan di SUTET, terutama pada saat musim hujan, peristiwa ini secara ilmiah disebut KORONA. Yaitu ionisasi disekitar permukaan konduktor bertegangan sangat tinggi pada saat terjadi kelembaban tinggi. Peristiwa ionisasi dipermukaan konduktor ini ( yang disebut KORONA ) menimbulkan suara mendesis kadang disertai dengan cahaya ( glow discharge ). Pada kondisi tidak basah, tidak hujan, tidak kelembaban tinggi, korona lebih sulit terjadi, meskipun untuk SUTET kemungkinan terjadinya korona tetap ada. Korona ini akan menghebat, terutama pada saat beban puncak ( pada jam-jam 18.00 hingga 20.00 ) bersamaan dengan kondisi hujan. Bunyi korona akan lebih keras lagi, dan pengaruhnya terhadap radio dan televisi akan lebih terasa. Ini salah satu akibat yang ditimbulkan dari adanya pemakaian tegangan ekstra tinggi yaitu adanya Radio Interference (RI) yang disebabkan karena korona.

Lebih penting lagi dari semua itu, bagaimana cara mengatasinya ? Apakah warga yang berada di bawah SUTET direlokasi atau tetap dibawah SUTET tapi dipasang peralatan tertentu yang bisa mereduksi pengaruh korona ini ?

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita.

Tagged with , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

*

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.



Skip to toolbar