Skip to content


Kolom Edukasi : Sertifikasi Dosen

Dosen merupakan salah satu komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi. Peran, tugas, dan tanggungjawab dosen sangat bermakna dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kualitas manusia Indonesia, meliputi kualitas iman/takwa, akhlak mulia, dan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, adil, makmur, dan beradab. Untuk menjalankan fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat strategis tersebut, diperlukan dosen yang profesional.

Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab 1 Pasal 1 ayat 2). Sementara itu, profesional dinyatakan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.

Pada tahun 2006, dari 56.176 dosen yang tersebar pada 82 perguruan tinggi negeri di Indonesia yang sudah memiliki kualifikasi akademik S-3 sejumlah 13,6%, S-2 sejumlah 48,9%, sedangkan S-1 37%, dan berkualifikasi diploma (S0) sejumlah 0,37%. Sementara itu dari jumlah tersebut yang mempunyai jabatan fungsional Guru Besar sejumlah 3,7%, Lektor Kepala 24,8%, Lektor 31,0%, dan Asisten Ahli 22,9%. Secara keseluruhan, jumlah dosen yang tersebar di sekitar 2.869 Perguruan Tinggi (termasuk perguruan tinggi negeri dan swasta) berjumlah 156.474 orang.  Sebagian besar dosen-dosen PTS adalah dosen PTN juga, sehingga kondisi dosen PTS tidak jauh berbeda, bahkan juga tidak lebih baik. Gambaran kualifikasi akademik dosen perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa masih diperlukan pengembangan kompetensi dosen dalam rangka mencapai mutu pendidikan tinggi dalam upaya meningkatkan daya saing bangsa.

Kualifikasi akademik dosen dan berbagai aspek unjuk kerja sebagaimana ditetapkan dalam SK Menkowasbangpan Nomor 38 Tahun 1999, merupakan salah satu elemen penentu kewenangan dosen mengajar di suatu jenjang pendidikan. Di samping itu, penguasaan kompetensi dosen juga merupakan persyaratan penentu kewenangan mengajar. Kompetensi tenaga pendidik, khususnya dosen, diartikan sebagai seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai dan diwujudkan oleh dosen dalam melaksanakan tugas profesionalnya. Kompetensi tersebut meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional.

Secara berasama-sama, (1) kualifikasi akademik dan unjuk kerja, (2) tingkat penguasaan kompetensi sebagaimana yang dinilai orang lain dan diri sendiri,  dan (3) pernyataan kontribusi dari diri sendiri, akan menentukan profesionalisme dosen. Profesionalisme seorang dosen dan kewenangan mengajarnya pada dinyatakan melalui pemberian sertifikat pendidik.

Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen.  Program ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional, dan memperbaiki kesejahteraan hidup dosen, dengan mendorong dosen untuk secara berkelanjutan meningkatkan profesionalismenya. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi  adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional jenjang pendidikan tinggi.

Proses sertifikasi dilakukan oleh asesor, yang diusulkan oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dosen setelah mengikuti pembekalan sertifikasi, dan mendapatkan pengesahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Program sertifikasi dosen merupakan program yang dijalankan berdasar pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Permen Nomor 42 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Dosen.

Dengan dimilikinya sertifikat pendidik diharapkan upaya sadar secara berkelanjutan dilakukan oleh dosen untuk meningkatkan mutu pelaksanaan Tridharma. Sebagai penghargaan atas profesionalisme dosen, pemerintah menyediakan berbagai tunjangan serta maslahat yang terkait dengan profesionalisme seorang dosen.

Share on Facebook
Be Sociable, Share!

Posted in Berita.

Tagged with , , , .


2 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. kolomedukasi.com says

    semoga dosen di indonesia semakin berkualitas, ga cuma sekadar ngejar sertifikasi dsb

  2. abdul SYAKUR says

    iya betul, secara fungsional harus meningkat kualitasnya.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

This blog is kept spam free by WP-SpamFree.

Comments links could be nofollow free.

*



Skip to toolbar