Skip to content


Mau Kemana Setelah Lulus SMA ?

Saya baca pesan WA malam itu, saat mendapatkan kiriman pesan melalui WA dari Panitia Kegiatan SMANSAWI EKSPO 2020, minta saya untuk menjadi Narasumber pada acara tersebut, yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Januari 2020 bertepatan dengan tanggal merah. Iya saya bersedia berbagi pengalaman terkait persiapan setelah Lulus SMA, Mau kemana ?

Sebelum saya berkisah pengalaman saat setelah lulus SMA, saya perkenalkan dulu ya. Nama ABDUL SYAKUR, biasanya dipanggil Pak Syakur (biasanya mahasiswa memanggil saya demikian, kalau panggilan Mas Syakur hanya untuk kalangan tertentu saja). Data diri saya lengkap ada di sini.

Saya diterima masuk SMA tahun 1989 di kelas 1.E. Waktu itu ada 8 kelas paralel jadi mulai dari A hingga H. Satu kelas dengan Akhmad Khuzaini, Imamudin Asa Putra, Hisyam Murtado, Ade Irma Suryani, Ike Purwariningsih, Supardi, Abdul Wahib, Maulana Arsistawa, Ariful Hakim, Endang Susilowati, dan tentunya banyak yang lainnya. Semua guru bagi saya  sangat berkesan, diantaranya guru Fisika Ibu Setyanungsih, guru Matematika pak Hamdan dan juga guru Sejarah bu Ambarwati.

Perkenalannya dengan mas Akhmad Khuzaini yang satu kelas ini, banyak membawa sejarah saya pada masa berikutnya. Mengenal mas Akhmad Khuzaini, sehingga saya ikut ekstra kurikuler bela diri Silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Saya aktif di kegiatan Rohis, terutama kalau Jumat menjelang sholat Jumat, ikut Tilawah dengan kakak senior yaitu Mas Taufik. Selain itu juga aktif di ekstra kurikuler PKS (Patroli Keamanaan Sekolah).

Naik kelas 2 ambil kelompok Fisika mendapatkan kelas di IIA1.1. artinya kelas 2 Fisika kelas pertama. Waktu itu Fisika ada 3 kelas, Biologi ada 2 kelas dan Sosial ada 3 kelas. Waktu kelas 1 lalu kelas 2, ditakdirkan satu kelas dengan Mas Akhmad Khuzaini dan Mas Maulana Arsistawa. (menurut saya ini adalah cara Tuhan memberi jalan rizki ke saya) hingga sampai kelas 3 SMA.

Semasa sekolah, selain aktif di kegiatan ekstra juga aktif di kegiatan intra, yaitu OSIS. Waktu kelas II sempat terpilih menjadi Ketua Umum OSIS SMA Negeri 1 Slawi. Namun karena sesuatu hal, saya batal dilantik menjadi Ketua Umum OSIS, lalu ditugaskan menjadi Ketua II OSIS SMA N 1 Slawi. Semasa kelas II juga pernah dikirim oleh sekolah untuk mengikuti Workshop Kader Bangsa yang dilaksanakan oleh DPD Golkar, acaranya di Gedung Wanita Jawa Tengah, dengan nara sumber Prof Muladi SH. Kemudian saat kelas II juga dikirim oleh sekolah menjadi peserta ON MIPA ( Olipiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ) bertempat di SMA Negeri 1 Semarang.

Kata-kata pak Surata selaku pembina OSIS masih terngiang, siapa yang aktif dalam kegiatan OSIS bisa menjadi pemimpin masa depan, contohnya Ir. Akbar Tanjung menjadi Ketua Umum Golkar dan menjadi Menteri. Itu waktu sekolahnya menjadi aktivis. Demikian kata guru saya.

Diantara sekian banyak kegiatan, yang bersifat rutin adalah kegiatan ekstra kurikuler Latihan Beladiri di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), karena latihannya selain Senin Kamis di SMA, kadang juga hari minggu di SMP N 1 Slawi, kadang juga di SPG Negeri Slawi (sekarang SMA N 3 Slawi). Kegiatan rutin lainnya yaitu Tilawah setiap hari Jumat sebelum sholat Jumat dimulai. Kegiatan lain bersifat insidental saja.

Semasa kelas II SMA inilah kegiatan saya paling banyak, karena aktif di OSIS, juga PKS, mengurus majalah dinding MELATI dan Latihan Beladiri. Ketika latihan beladiri semakin intensif, kadang latihan malam hari di halaman sekolah, hingga dini hari jam 03.30. Atau pada hari biasa sampai jam 12.00. Esok paginya badannya terasa hangat. Sering latihan fisik dan juga pernafasan. Diikuti dengan amalan puasa senin kamis dan sholat tahajjud. Alhamdulillah naik kelas III SMA, saya disahkan menjadi Warga Tk I PSHT tahun 1991. Kegiatan mulai berkurang, fokus dengan pelajaran SMA konsentrasi Fisika dimana pelajaran Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi memiliki bobot sks yang paling besar. Hampir setiap hari bergelut dengan angka-angka matematika dan rumus-rumus Fisika. Semua pelajaran eksak sangat mengasyikan, apalagi pelajaran Matematika dengan gurunya bu Dra Endang Sri Mulatsih. Pelajaran bahasa Indonesia tetap masih ada sebagai rekreasi agar otak tidak dominan kiri, tapi juga agar ada rasa seninya.

Sewaktu kelas III tahun 1991 semester I mendapatkan kesempatan untuk mendaftar PSSB (Program Seleksi Siswa Berpotensi). Kalau sekarang namanya SNMPTN. Saya pilih jurusan teknik elektro, tidak mengerti mengapa memilih jurusan tersebut, cuma saya baca dalam edaran, lulusan elektro bekerjanya di PLN, juga di Pertamina. Bekal untuk mendaftar PSSB didasarkan pada nilai yang telah diperoleh dari Kelas I sampai Kelas III semester pertama.

Alhamdulillah atas izin Allah, saya diterima di Teknik Elektro Undip melalui jalur PSSB. Sesuatu yang saat itu saya juga tidak tahu, akan bagaimana nanti kuliah di Elektro Undip. Karena cita-cita saya sebenarnya ingin kuliah di STAN, karena ikatan Dinas, dapat beasiswa, tidak usah membayar uang kuliah, dapat pakaian seragam, lulus langsung kerja. Meski saya sudah diterima di Teknik Elektro Undip, waktu saya tetap ikut tes masuk di STAN ambil jurusan Akuntansi. Takdir Allah sudah menentukan buat saya, saya tidak lolos diterima di STAN. Jadi saya harus bersyukur untuk terus melanjutkan studi di Teknik Elektro Undip.

Ada banyak teman yang melanjutkan studi namun ada juga yang kemudian harus bekerja, karena waktu itu tidak ada biaya untuk kuliah. Namun saat ini, tahun 2020 tidak ada alasan seorang lulusan SMA tidak bisa kuliah. Jika memiliki prestasi yang baik, bisa mendaftar dan mengikuti test seleksi masuk perguruan tinggi melalui 3 jalur yaitu SNMPTN, SBMPTN dan UM. Jika kurang biaya, masih banyak tersedia beasiswa. Barangkali satu-satunya alasan tidak lanjut kuliah, karena tidak ada satupun perguruan tinggi yang meneriman ybs untuk kuliah. Namun zaman sekarang, terbuka lebar untuk bisa ikut pendidikan.

Bagi yang memutuskan untuk bekerja menjadi pengusaha, tidak ada salahnya agar membekali dengan berbagai ketrampilan yang mendukung usahanya.

Share on Facebook

Posted in Berita.


Apa sih Tegangan Tinggi itu ?

Pendahuluan
Apakah Tegangan Tinggi itu ? Menurut Artono Arismunandar dalam bukunya Teknik Tegangan Tinggi menjelaskan bahwa tegangan tinggi adalah semua tegangan yang dianggap cukup tinggi oleh para teknisi listrik sehingga diperlukan tindakan khusus dan teknik-teknik tertentu (subyektif) untuk melakukan pengukuran dan pengujiannya, atau dimana gejala-gejala tegangan tinggi seperti korona mulai terjadi (obyektif).

Sementara itu dalam dunia praktis di kalangan PLN berlaku pengelompokan tegangan berdasarkan besar atau nilai tegangannya.
1. Tegangan Rendah (TR) untuk tegangan 220 Volt (sistem 1 fasa) dan 380 Volt (sistem 3 fasa)
2. Tegangan Menengah (TM) untuk tegangan 20 kV (sistem 3 fasa) dan 70 kV (sistem 3 fasa)
3. Tegangan Tinggi (TT) untuk tegangan 150 kV (sistem 3 fasa)
4. Tegangan Ekstra Tinggi (TET) untuk tegangan 500 kV (sistem 3 fasa)

Manfaat Tegangan Tinggi
Penggunaan tegangan tinggi dan ekstra tinggi pada sistem penyaluran tenaga listrik dimaksudkan untuk mengurangi rugi-rugi (joule heating) selama penyaluran. Rugi-rugi daya ini berupa panas yang hilang ke udara sebesar P = I^2 x R ( Watt). Untuk daya yang sama, jika tegangan dinaikkan maka arus akan menurun. Jika arusnya kecil, maka rugi-rugi daya P juga akan semakin kecil.

Sisi Negatif Penggunaan Tegangan Tinggi
Namun di sisi lain, ketika tegangan yang digunakan dalam transmisi tenaga listrik ini semakin tinggi konsekuensinya diperlukan suatu sistem isolasi yang lebih kuat agar medan listrik di sekitar konduktor tidak menimbulkan loncatan/lepasan muatan listrik yang merusak peralatan. Transmisi tenaga listrik menggunakan tegangan tinggi juga berdampak pada perlunya penyediaan ruang aman (clearance) agar tidak terdampak oleh medan listrik yang ada, serta menghindari sentuhan langsung benda-benda di sekitar transmisi yang berakibat terjadinya korsleting (jika tersentuh) atau electrical discharge (pada jarak yang dekat sehingga medan listrik menjadi sangat besar).
Selain dampak tersebut, penggunaan tegangan tinggi pada sistem tenaga listrik juga menimbulkan kerugian akibat adanya korona sepanjang saluran konduktor tegangan tinggi. Apabila konduktor yang digunakan memiliki penampang yang kecil, mengakibatkan luas permukaan konduktor kecil, maka muatan listrik akan mudah terlepas dari permukaan konduktor karena adanya medan listrik yang sangat tinggi di sekitar permukaan konduktor. Peristiwa terlepasnya muatan listrik di sekitar permukaan konduktor tegangan tinggi ini disebut dengan Korona. Peristiwa korona ini akan semakin menghebat apabila kondisi lingkungan dalam kelembaban tinggi, biasanya saat hujan rintik-rintik atau setelah hujan. Maka korona ini menjadi indikator bahwa di kawat konduktor terdapat tegangan tinggi.

Berdasarkan atas kebiasaan yang dipakai dalam beberapa buku maka di sini yang dicakup dalam bidang teknik tegangan tinggi adalah persoalan – persoalan pokok sebagai berikut:

  1. Teknik pembangkit dan pengujian tegangan tinggi, termasuk antara lain klasifikasi pengujian tegangan tinggi dalam laboratorium, pembangkitan dan pengujian dengan tegangan tinggi A.C. pembangkitan dan pengujian dengan tegangan tinggi D.C ., pembangkitan dan pengujian dengan tegangan impuls.
  2. Koordinasi isolasi, yang menyangkut persoalan-persoalan koordinasi isolasi antara peralatan listrik di satu pihak dan alat-alat pelindung di lain pihak.
  3. Beberapa gejala tegangan tinggi, misalnya korona, gangguan radio (radio interfence), gangguan televise (television interference) dan gangguan berisik (audible noise).
  4. Beberapa komponen peralatan tegangan tinggi, misalnya isolator, bahan-bahan dielectric, bushing, dan peralatan tegangan tinggi lainnya.
  5. Instrumentasi tegangan tinggi , misalnya trafo arus (current transformer), trafo tegangan (potensial transfmomer) dan meter-meter khusus untuk pengukuran tegangan tinggi.
  6. Surja hubung, yang berhubungan dengan naiknya tegangan secara tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat (microsecond) dengan kenaikan tegangan yang sangat tinggi (kilovolt), memegang peranan yang penting dalam penetapan isolasi yang diperlukan.

 

Share on Facebook

Posted in Berita.


Electrical Discharge Mechanism

Secara bebas arti dari electrical discharge adalah pelepasan muatan listrik. Peristiwa electrical discharge menjadi inspirasi berbagai teknologi baru, seperti layar TV Plasma, Busi pada kendaraan bermotor dan Generator Ion. Fenomena electrical discharge bisa diamati pada saat terjadi petir.

Share on Facebook

Posted in Opini.


Pelatihan Sistem Proteksi pada SUTT bagi Teknisi PT. PLN (Persero)

Kondisi saluran udara tegangan tinggi seringkali mengalami gangguan yang disebabkan oleh sambaran petir. Gangguan ini seringkali menyebabkan listrik padam. Oleh karena itu perlu penanganan serius agar tidak terjadi trip pada sistem tenaga listrik, meskipun terkena sambaran petir.

Untuk mengatasi kendala yang dihadapi di lapangan, para teknisi PT PLN (Persero) mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Udiklat PLN Semarang.

Share on Facebook

Posted in Berita.


Link Data Publikasi Abdul Syakur

Untuk mempermudah saya dalam melakukan trace terhadap hasil publikasi saya, maka bisa dilakukan dengan klik alamat web berikut ini :
1. Data publikasi di Scopus Author ID : 24279097400
2. Data publikasi di IEEE Explore IEEE Member ID : 91201443
3. Data publikasi di SINTA SINTA ID : 6002
4. Data publikasi di ORCID ORCID ID : https://orcid.org/0000-0001-8697-361X
5. Data publikasi di Google Scholar
6. Data publikasi di Mendeley

Semoga bermanfaat.

Dr. Abdul Syakur, ST. MT.
Department of Electrical Engineering
Faculty of Engineering
Universitas Diponegoro
Semarang

Share on Facebook

Posted in Berita.


Teknik dan Peralatan Tegangan Tinggi

Kurikulum 2017 Departemen Teknik Elektro FT Undip telah ditetapkan. Ada beberapa perubahan di beberapa mata kuliah konsentrasi Teknik Tenaga Listrik. Ada mata kuliah wajib yang dihapus yaitu Gejala Medan Tinggi (GMT), mata kuliah pilihan yang dihapus antara lain Plasma Tegangan Tinggi, Partial Discharge. Sementara mata kuliah P3TT dan Peralatan Tegangan Tinggi digabung menjadi satu mata kuliah baru namanya Teknik dan Peralatan Tegangan Tinggi.

Materi mata kuliah Teknik dan Peralatan Tegangan Tinggi tentu saja gabungan dari materi mata kuliah P3TT ( Pembangkitan, Pengukuran dan Pengujian Tegangan Tinggi ) dan mata kuliah Peralatan Tegangan Tinggi. Bobot mata kuliah menjadi 3 sks. Materi yang disampaikan meliputi :
1. Teori dasar teknik tegangan tinggi
2. Sifat listrik bahan dielektrik
3. Trafo untuk pembangkitan tegangan tinggi AC, DC, dan Impuls
4. Pengukuran tegangan tinggi AC, DC dan Impuls
5. Pengujian menggunakan tegangan tinggi AC, DC dan Impuls
6. Pengujian peralatan tegangan tinggi
7. Kondisi pengujian tegangan tinggi
8. Peralatan tegangan tinggi pada sistem tenaga listrik
9. Peralatan tegangan tinggi proteksi CB dan Lightning Arrester
10. Peralatan tegangan tinggi penghubung CB dan DS
11. Peralatan tegangan tinggi isolator dan bushing
12. Pengujian peralatan tegangan tinggi merusak dan tidak merusak
13. Pengukuran Tan Delta, Arus Bocor dan Tahanan Isolasi
14. Pengujian Tegangan Breakdown, Flashover, Partial Discharge

Perkuliahan dilaksanakan dengan menerapkan beberapa metode :
1. Ceramah klasikal di kelas menjelaskan teori dasar
2. Pengenalan peralatan pembangkit tegangan tinggi
3. Kunjungan ke Gardu Induk untuk melihat secara langsung kinerja perlatan tegangan tinggi
4. Tugas presentasi kelompok dan latihan menyelesaikan problem tegangan tinggi sebagai tugas mandiri

Evaluasi pembelajaran melalui beberapa penilaian yaitu :
1. Tugas individu
2. Tugas kelompok
3. UTS
4. UAS

Mata kuliah Teknik dan Peralatan Tegangan Tinggi menjadi pra-syarat bagi mahasiswa yang akan mengambil mata praktikum Teknik dan Peralatan Tegangan Tinggi. Hanya mahasiswa yang lulus dengan nilai A dan B yang bisa mengambil mata pratikum tersebut.

Tegangan tinggi untuk kemaslahatan kehidupan di bumi
High Voltage for the Welfare of Life on Earth

Abdul Syakur
12 April 2018.

Share on Facebook

Posted in Opini.


Dosen Ikuti Pelatihan untuk Tingkatkan Kompetensi

Belajar sepanjang hayat, bagi seorang tenaga pendidik adalah hal yang wajib, karena dengan belajar itulah pengetahuan terus akan didapatkan. Tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diemban seorang tenaga pendidik dalam hal ini dosen, menjadikannya harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi diri, karena ilmu terus berkembang, teknologi terus meningkat, masyarakat terus berubah.
LPPM Undip sebagai lembaga yang mengelola pelaksanaan kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, terus melakukan terobosan dengan memberikan pembekalan bagi para dosen agar dalam melaksanakan penelitian dan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan dampak berupa kemanfaatan bagi Undip itu sendiri juga bagi masyarakat luas.
Untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam hal pendampingan kegiatan KKN, maka diadakan kegiatan : Training of Trainer (TOT) Dosen KKN Undip Tahun Akademik 2017/2018.
Para peserta pelatihan diberikan bekal pelatihan berbagai materi seperti manajemen KKN, Softskill, Teknik Pembuatan LRK dan LPK juga materi pembuatan Reportase dan Video potensi Desa.

Sementara itu untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam hal publikasi paper di Jurnal Internasional Bereputasi, LPPM kembali mengadakan kegiatan FGD Penyusunan Manuskrip dan Submit Publikasi Internasional Batch XXI selama 3 hari sejak 9 Nopember hingga 11 Nopember 2017 di Wisma Laras Asri Salatiga.

Untuk meningkatkan kompetensi dosen, selain kegiatan internal seperti pelatihan tersebut di atas, juga ada pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak eksternal. Misalnya kegiatan Pelatihan Asesor yang diselenggarakan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) bertempat di Hotel Grand WHiz Jakarta selama tiga hari mulai 6 Desember hingga 8 Desember 2017. Kegiatan Pelatihan Asesor ini sebagai tindak lanjut bagi calon asesor yang telah dinyatakan lolos seleksi pada periode waktu sebelumnya. Peserta Pelatihan Asesor diikuti oleh para dosen dengan tingkat pendidikan Doktoral. Peserta dari berbagai peguruan tinggi seluruh Indonesia, mengikuti kegiatan pelatihan hingga selesai Jumat 8 Desember 2017. Untuk selanjutnya para asesor ini menunggu tugas untuk melaksanakan assesmen bagi Pogram Studi atau Perguruan Tinggi. Wakil Asesor dari Undip yang dinyatakan lolos menjadi asesor BAN PT ada 10 orang dosen. Selamat bertugas.

Share on Facebook

Posted in Berita.

Tagged with , , , .


Survey Intensitas Sambaran Petir Kampus Undip Tembalang

Memasuki bulan Oktober, Nopember, Desember dan Januari identik dengan musim hujan. Seringkali sebelum turun hujan, akan didahului dengan bunyi petir yang menggelegar di angkasa. Petir-petir tersebut merupakan fenomena alam dimana karena adanya beda potensial yang sangat tinggi, melebihi kemampuan isolasi udara, maka menyebabkan muatan listrik statis yang ada di awan mengalir menuju ke suatu tempat yang memiliki potensial yang lebi rendah.
Pelepasan muatan listrik di awan ini terlihat secara visual dalam bentuk cahaya yang berkelebat dengan kecepatan tinggi, hampir sama dengan ekcepatan cahaya yaitu sebesar 3 x 10^8 m/s atau 300 m/us.
Muatan yang berindah dengan sangat cepat ini berbahaya bagi obyek di sekitarnya.
( Next…….)

Share on Facebook

Posted in Opini.

Tagged with , .


Training Proteksi Petir pada Saluran Transmisi Tenaga Listrik

Unit Pendidikan dan Pelatiahn PT PLN (Persero) menyelenggarakan Training Proteksi Petir pada Saluran Transmisi Tenaga Listrik. Training dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan para pemateri Dr. Ir. Hermawan, DEA; Ir. Yuningtyastuti, MT; Dr. Abdul Syakur, ST. MT dan Moch. Facta, ST. MT. Ph.D.

IMG_20170726_115029

Permasalahan utama dalam transmisi tenaga listrik adalah seringkali terjadi gangguan yang disebabkan oleh sambaran petir yang mengenai kawat perisai bahkan mengenai kawat fasa. Sambaran ini akan mengakibatkan kerusakan pada isolator, akibat adanya flashover maupun backflashover.

Mengapa terjadi flashover dan backflashover pada saat ada sambaran petir mengenai saluran transmisi tenaga listrik ?

Share on Facebook

Posted in Berita.

Tagged with .


Kampus Undip Tembalang Membutuhkan Sistem Proteksi Petir

Kampus Undip di lokasi Tembalang terus berbenah diri, menambah gedung-gedung baru dan menata lingkungan. Pembangunan gedung-gedung baru di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Teknik, dan Fakultas Kedokteran. Hampir sebagian besar gedung yang dibangun memiliki 3 lantai. Dengan demikian potensi terkena sambaran petir semakin meningkat dengan semakin tingginya posisi gedung.

Besok lanjutkan………………………………………….

Share on Facebook

Posted in Opini.

Tagged with .




Skip to toolbar