Senin, 23 Januari 2012, bertepatan dengan hari Raya Imlek ( beruntung paginya tidak hujan), biar mudah mengingat-ingat, saya mengadakan kunjungan ke desa-desa KKN di Kecamatan Tlogomulyo.
Berangkat dari Semarang jam 09.30 pagi, melalui jalur Bandungan Sumowono Kaloran hingga Temanggung. Sampai Alun-alun berhenti sejenak untuk sholat Dhuhur di Masjid Alun Alun Temanggung. Jam 13.00 Barulah menuju ke lokasi KKN.
Desa pertama yang saya kunjungi adalah Desa Kerokan, karena desa ini yang paling dekat dari arah datang. Mahasiswa yang saya hubungi waktu itu adalah Irin (yg tidak lain adalah Bendahara Kecamatan). Janjian ketemu di Balai Desa Kerokan selanjutnya dibawa ke Posko KKN Desa Kerokan.
[Kerokan Pos] – Info yang saya dapatkan, Kordes Kerokan diganti, karena Ario mengundurkan diri dan ada kegiatan ke Thailand. Jadi kordes barunya mba Debby. Info yang lain, 2 mahasiswa baru saja di Opname. Sementara mahasiswa yang lain, masih ada kegiatan. Laporan kegiatan selama 19 – 23 Januari 2021 juga dilaporkan. Pesan untuk mahasiswa agar memenuhi 5 program pokok sesuai dengan 3 tema, teknik reportase dan persiapan untuk membuatn proposal PKM GT dan AI.
[Warta Balerejo] – Teman-teman mahasiwa KKN Desa Balerejo sedang berkumpul di Posko. Kebetulan Korcam juga ada di Balerejo. Semua sehat dan lengkap. Baru saja memasang antena TV (karena sulit mendapatkan sinyal). Program masih sosialisasi. Pesan untuk mahasiswa agar memenuhi 5 program pokok sesuai dengan 3 tema, teknik reportase dan persiapan untuk membuatn proposal PKM GT dan AI.
[Sriwungu News] - Info yang didapat di Desa Sri Wungu, ada mahasiswa yang sakit, karena cuaca yang terus berubah antara panas dan dingin. Restu sakit demam. Frieda Amalia, menginformasikan adanya Hari Gizi Nasional dan akan mengadakan penyuluhan terkait dengan momen hari tersebut, padahal dia dari Teknik Industri. Beberapa kegiatan sangat menarik sudah disiapkan untuk mengembangkan potensi unggulan Sriwungu antara lain cemilan Jagung Pop Corn, Jipang dan lain-lain.
[Warta TanjungSari] - Kordesnya kena sakit Tipus, jadi masih Opname di Semarang, yang ada hanya 11 mahasiswa yang lain. Kegiatan masih sosialisasi dan berusaha berbaur dengan warga masyarakat. Pesan bu Lurah, agar para mahasiswa bisa segera beradaptasi dengan lingkungan Desa, supaya nanti kalau ada kegiatan dari mahasiswa KKN mendapat dukungan dari warga dan pemerintah desa.
Sampai di Desa Tanjung Sari jam 16.00, hingga akhirnya saya putuskan untuk kembali ke Semarang, melalui jalan yang sama. Di tengah jalan saat di Kaloran, di Puncak gunung, bertemu dengan kabut yang sangat tebal. Menikmati perjalanan dalam hujan dan kabut yang memutih, mengelilingi kendaraan yang saya tumpangi. Empat desa yang saya kunjungi telah memberikan kesan yang mendalam. Tak lupa, masing-masing desa sudah membuat laporan kegiatan dalam secarik kertas.
